Arema FC Dilema Soal Meminjamkan Pemain ke Luar Negeri

Arema FC berbicara tentang maraknya isu pemain-pemain lokal yang dikaitkan main di luar negeri.

Belakangan, kabar soal para pemain Indonesia masuk bursa transfer klub luar negeri hangat diperbincangkan.

Isu yang beredar pun bukan hanya isapan jempol semata, di tengah kompetisi, terutama Liga 1, yang mandek.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, pun memberikan pendapat terkait peminjaman pemain ke luar negeri.

Dari sudut pandang klub, orang nomor satu di klub berjulukan Singo Edan itu mengaku dilema dengan situasi tersebut.

Satu sisi, sebagai klub dengan kekeluargaan yang sangat tinggi, Arema FC menyambut baik pemainnya go international.

Main di luar negeri bisa menjadi solusi terbaik mengembangkan diri, apalagi kompetisi Indonesia sedang terhenti.

Namun di sisi lain, jauh di lubuk hati, ada rasa keberatan. Sebab klub sebagai pemilik, mau kontribusi maksimal pemain.

“Di sisi lain ada keinginan pemain menaikkan level ke sana (luar negeri), tapi di sisi lain juga ada keinginan agar pemain ini membantu klub,” katanya.

“Jujur saya bingung, tapi di sisi lain kami suport, pasti,” Ruddy Widodo menambahkan, dari laman Liga Indonesia Baru.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa keputusan klub juga bisa berbeda tergantung situasi kompetisi yang ada di Indonesia.

Jika Liga 1 bergulir, Arema FC tentu akan lebih mudah mengambil keputusan terkait melepas pemainnya ke luar negeri.

“Kecuali kalau Liga normal, jadi bisa tahu sendiri pemain-pemain mana yang pantas ke luar negeri atau tidak,” ucap Ruddy Widodo.

“Kalau posisi sekarang serba dilema. Kalau bertahan ya kasihan, tapi kalau mereka berangkat tiba-tiba kompetisi jalan sedangkan pemain tidak siap,” ia memungkasi.

Adapun dari berbagai isu yang beredar, sudah ada Todd Rivaldo Ferre (Persipura Jayapura) dan Ryuji Utomo (Persija Jakarta).

Pemain asal Indonesia, yang akhirnya benar melanjutkan karier ke luar negeri, saat Liga 1 2020 tak kunjung dilanjutkan.