Pelajaran Berharga di Balik Kasus Indisipliner Yudha Febrian dan Serdy Ephy

Mochamad Yudha Febrian. Nama ini belakangan menjadi topik hangat bersama Serdy Ephy Fano lantaran baru saja dicoret dari timnas Indonesia U-19. Alasannya tidak lain karena tindakan indisipliner berupa pulang larut malam.

Sekadar mengingatkan, Yudha dan Serdy sempat viral di jagat media sosial setelah video perilaku indisipliner mereka tersebar luas beberapa waktu lalu. Keduanya lantas menerima konsekuensi berat dari pelatih timnas Indonesia U-19, Shin Tae-yong.

Baik Yudha maupun Serdy telah melakukan sejumlah tindakan indisipliner, antara lain melebihi aturan jam malam, tidak ikut sesi timbangan pagi, dan telat latihan. Usut punya usut, kedua pemain tersebut baru pulang ke hotel sekitar pukul 03.00 WIB.

“Dua pemain, yakni Serdy Ephy Fano dan Yudha Febrian, telah melakukan tindakan indisipliner yang berat. Untuk itu, kami langsung memulangkan mereka,” kata pelatih Shin Tae-yong, 24 November silam.

Tindakan indisipliner yang berbuntut pencoretan dari timnas Indonesia U-19 ini disoroti oleh Herson Hizkia, pembina SSB Cibinong Poetra yang notabene tempat awal Yudha Febrian menapaki karier sepak bola sebelum dipinang Barito Putera pada 2018.

Herson, yang sudah menganggap Yudha seperti anaknya sendiri, merasa kecewa dan tidak habis pikir. Dia menilai seorang pesepak bola, apalagi berlabel pemain timnas Indonesia, tak seharusnya berperilaku seperti itu.

“Harus diakui ada andil temannya (Serdy Ephy Fano) yang memang punya rekam jejak indisipliner di timnas U-19, tapi itu bukan pembenaran buat Yudha. Dia tetap salah dan mesti introspeksi diri,” kata Herson Hizkia kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT, Jumat (4/12/20).

“Orang tuanya bahkan sampai minta maaf ke saya karena merasa malu dengan apa yang telah dilakukan Yudha. Semoga semua ini menjadi pembelajaran yang berharga. Dia masih muda dan berpotensi mengharumkan nama Indonesia dan tentu keluarga besar Cibinong Poetra,” cetusnya.

Sebagai kerabat, Herson Hizkia tak henti-henti mengingatkan Yudha untuk menjaga perilaku agar tetap berada di koridor sepak bola profesional. Dia ingin anak asuhnya itu bisa sukses dan bertahan lama di kancah bal-balan nasional.

“Perjalanan Yudha masih panjang. Saya yakin dia bisa bangkit dan belajar banyak dari kesalahan. Kami dari Cibinong Poetra selalu ada untuk mendukung dia,” pungkas Herson Hizkia.

Cibinong Poetra bisa dibilang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Mochamad Yudha Febrian. Di sinilah ia mempelajari dasar-dasar bermain sepak bola, bahkan sang ayah tercatat sebagai salah satu pelatih SSB tersebut.

Total Yudha menghabiskan 10 tahun di SSB Cibinong Poetra sebelum Barito Putera datang menawarkan kontrak profesional pada pengujung 2018. Dia lantas memperkuat Laskar Antasari di ajang Elite Pro Academy Liga 1 U-18 2019.