Pesan Fakhri Husaini ke Dua Pemain Timnas U-19 Indonesia yang Dicoret

Fakhri Husaini memberikan pesan khusus kepada dua pemain yang telah didepak dari timnas U-19 Indonesia karena indisipliner.

Dua pilar timnas U-19 Indonesia yang dicoret yakni Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian memang mengundang sorotan publik, termasuk Fakhri Husaini.

Terlebih, Serdy Ephy Fano serta Mochamad Yudha Febrian sempat menjadi anak asuh Fakhri Husaini ketika dirinya masih membesut timnas U-19 Indonesia.

Sehingga, Fakhri Husaini tak segan memberikan tanggapan mengenai kondisi Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian seusai dicoret dari timnas U-19 Indonesia oleh Shin Tae-yong.

Setelah di depak dari timnas U-19 Indonesia pada 24 November 2020, belum lama ini muncul video viral yang memperlihatkan Serdy serta Yudha sedang berada di tempat hiburan malam.

Video itu pun membuat Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian menjadi bulan-bulanan netizen.

Banyak dari warganet yang menghujat Serdy dan Yudha karena tindakannya yang dinilai tidak mencerminkan seorang atlet.

Dampak itu semakin dirasakan oleh mantan pemain timnas U-19 Indonesia tersebut saat ini.

Teruntuk Serdy Ephy Fano, dirinya telah resmi dipecat oleh klubnya, Bhayangkara Solo FC, 4 Desember 2020.

Sementara itu, Mochamad Yudha Febrian dikirim oleh timnya, Barito Putera, ke pesantren agar mendapatkan tuntunan ke arah yang lebih baik.

Kondisi yang dialami oleh Serdy serta Yudha pun tidak terlepas dari kesalahannya yang telah diperbuat dalam pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia.

Mantan pelatih timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini, merasa prihatin dengan kenakalan yang dibikin oleh Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian.

“Saya prihatin dengan apa yang telah dilakukan oleh dua pemain muda ini (Serdy serta Yudha),” kata Fakhri Husaini seperti dikutip oleh BolaSport.com dari Instagram-nya, 5 Desember 2020.

Fakhri Husaini menilai fenomena yang diderita oleh Serdy Ephy Fano dan Mochamad Yudha Febrian dapat menjadi pembelajaran bagi para pemain muda lainnya agar tidak melakukan hal serupa.

Selain itu, Fakhri menekankan kesalahan ini agar juga menjadi pembelajaran penting untuk Serdy dan Yudha.

“Selain merugikan diri mereka sendiri, ini juga menjadi contoh buruk bagi pemain muda lainnya,” ujar Fakhri Husaini.

“Hadapi hukuman ini dengan ksatria, intropeksi diri, dan masih ada waktu untuk memperbaiki diri,” tutur figur berusia 55 tahun tersebut.

Melalui caption-nya, Fakhri Husaini memberikan hikmah dari arti sebenarnya hukuman bagi seorang atlet.

Menurut Fakhri, hukuman bukan sekedar ganjaran, namun ada peringatan agar kita melakukan perubahan agar lebih baik.

“Bagi seorang atlet, hukuman bukanlah hukuman. Tetapi, lebih kepada peringatan dini untuk memperbaiki diri, budi pekerti, dan prestasi,” tulis Fakhri Husaini.