Striker Muda PSIS Miliki Harapan Susul 3 Temannya di Timnas U-19

Pemain muda klub Liga 1 PSIS Semarang, Adithya Jorry Guruh, memiliki mimpi terpendam di dalam karier sepak bolanya.

Pria berusia 19 tahun yang sudah mampu menembus tim utama Laskar Mahesa Jenar ini ternyata masih berharap mendapat panggilan Timnas Indonesia U-19.

Apalagi, tahun depan Timnas U-19 akan menjalani kompetisi Piala Dunia U-20. Sehingga, Adithya Jorry memiliki hasrat untuk bisa berkostum Garuda dalam ajang bergengsi tersebut.

“Kalau ditanya terkait Timnas, pasti semua pesepak bola di dunia ini memiliki keinginan dan impian membela Tim Nasionalnya, termasuk saya. Apalagi tahun depan ada Piala Dunia, pasti ada keinginan untuk itu,” tandas Jorry ketika dihubungi redaksi berita olahraga INDOSPORT, Minggu (29/11/20) malam.

Menurut pemain asal Kabupaten Rembang ini, salah satu faktor yang membuat ia ingin mengenakan jersey Garuda di dada karena ingin membahagiakan kedua orang tuanya yang selama ini mendukung kariernya sebagai seorang pesepak bola.

“Sejak kecil ingin masuk Timnas. Ingin membanggakan kedua orang tua saya dan tentu mengabdi untuk negara lewat sepak bola. Suatu saat nanti semoga bisa,” beber kapten PSIS Semarang U-18 di ajang kompetisi Elite Pro Academy tersebut.

Saat ini pun, beberapa rekan SMA Jorry di SMA Terang Bangsa seperti Yofandani Damai Pranata, Pratama Arhan Alif Rifai, dan Irfan Jauhari sudah berhasil mendapatkan panggilan dari Shin Tae-yong untuk melakukan pemusatan latihan Timnas. Hal ini yang membuat Jorry semakin termotivasi bisa menyusul tiga rekannya di skuat Timnas.

Jika berbicara karier, pria yang kini menjadi mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro ini sebetulnya memiliki karier yang cukup melejit.

Di usia 19 tahun, ia sudah berhasil memperoleh menit bermain bersama PSIS senior di ajang Liga 1 2020 pada laga perdana melawan Persipura Jayapura.

Di tingkat akademi, Jorry juga sudah berhasil menorehkan prestasi bersama PSIS ketika mengantarkan Laskar Mahesa Jenar muda menjadi juara ketiga kompetisi Elite Pro Academy U-20 tahun 2019 dan runner up kompetisi Elite Pro Aacademy U-18 tahun di tahun yang sama.

Namun sayangnya sepak bola Indonesia di tahun 2020 tidak dijalankan sebagaimana mestinya sehingga ia tidak bisa menunjukkan performanya di lapangan yang mungkin bisa menarik hati pelatih kepala Timnas, Shin Tae-yong.