Nama Baru Bhayangkara Solo FC Menunggu Pengesahan di Kongres PSSI

Langkah Bhayangkara FC untuk melakukan rebranding nama dan logo baru tampaknya tidak akan sulit. Sebab, PT LIB selaku operator sudah mempersilakan pemakaian nama Bhayangkara Solo FC di Liga 1.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita. ”Kami mempersilakan karena melihat sisi marketing ya. Hanya sebatas itu. Kalau masalah administrasi dan member PSSI, urusannya berbeda,” jelasnya.

Namun, lanjut Lukita, pengesahan nama baru masih harus menunggu keputusan di kongres tahunan PSSI. ”Karena sekali lagi, itu berkaitan dengan member PSSI. Jadi, harus ada keputusan secara bersama kalau tim itu mengubah nama dan PSSI menyetujuinya,” jelas dia.

Jika PSSI tidak setuju, LIB tetap akan memakai nama yang terdaftar di PSSI. Artinya, tidak akan ada nama Solo di dalamnya. Begitu pula halnya jika nanti ada logo baru.

Tapi, khusus Bhayangkara Solo FC sangat mungkin sudah bisa memakai nama baru. Apalagi, kongres tahunan PSSI tampaknya akan dihelat pada awal tahun depan, yakni tepat sebelum kompetisi berjalan.

”Mungkin bisa ya, kalau disahkan di kongres tahunan PSSI. Intinya, rebranding itu sekarang kami serahkan ke manajemen Bhayangkara Solo FC. Karena itu berkaitan dengan aspek penjualan ke sponsor,” tuturnya.

Lukita menjelaskan, pindahnya Bhayangkara Solo FC ke Stadion Manahan, Solo, otomatis menjadi pertimbangan sendiri untuk menentukan format yang dipakai di lanjutan Liga 1 Februari tahun depan. Terutama untuk penjadwalan.

”Tentu ini jadi pertimbangan. Karena akan makin mudah bagi kami jika ingin memusatkan semuanya di tengah Pulau Jawa. Karena ada banyak tim di sana,” paparnya.

Dengan pindahnya Bhayangkara ke Solo, otomatis tim-tim di wilayah Jawa bagian barat hanya menyisakan empat. Yakni Persija Jakarta, PS Tira-Persikabo, Persita Tangerang, dan Persib Bandung. Pihaknya masih akan berunding soal format bagaimana yang akan dipakai untuk lanjutan Liga 1.

”Yang jelas masih meneruskan pekan keempat dan tetap full kompetisi. Masalahnya soal home and away ini, apakah nanti tetap beberapa tim dari luar Jawa dipusatkan di Jogjakarta seperti sebelum ditunda atau tidak? Kami masih mencari solusi yang tepat,” terangnya.

Lukita mengapresiasi kepindahan Bhayangkara ke Solo. Apalagi, Stadion Manahan yang dipakai sebagai kandang sangat representatif untuk memainkan Liga 1. ”Bisa memuat banyak suporter. Untuk Bhayangkara Solo FC sendiri, ini cara yang baik untuk menjadi sebuah klub yang makin profesional,” tuturnya. (jawapos)