Cerita Dadang Hidayat, 11 Tahun Setia Bela Persib dan Tak Tergoda Klub Lain

Tak banyak pesepak bola Indonesia yang berstatus one man club atau hanya membela satu tim sepanjang karier profesionalnya. Satu diantaranya adalah Dadang Hidayat yang hanya memperkuat Persib Bandung.

Pria kelahiran Bandung, 20 Agustus 1972 ini dikenal setia berkostum Maung Bandung meski pada lima tahun pertama hanya berstatus pemain cadangan. Dadang mulai bergabung di Persib Bandung jelang Liga Indonesia 1994-1995 yang merupakan musim perdana kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.

Ia direkrut setelah dinilai tampil bagus bersama PS Pikiran Rakyat yang berkiprah di kompetisi internal Persib. Setelah menjalani seleksi yang ketat, Dahi, sapaan akrabnya resmi berseragam Maung Bandung di bawah penanganan pelatih legendaris Persib, Indra Thohir.

Dalam sesi latihan, Dahi menunjukkan antusiasmenya melahap seluruh program yang diberikan Indra. Ia sadar tak mudah mendapatkan menit bermain di Persib yang kala itu dihuni pemain berkelas yang membawa Persib meraih trofi juara musim 1993-1994, era terakhir Perserikatan.

“Menjadi pemain Persib adalah tujuan dan impian setiap pemain asli Bandung. Itulah mengapa saya tetap bangga meski hanya berstatus pemain cadangan,” kata Dahi dalam channel youtube Bobotoh TV.

Apalagi di posisi Dahi sebagai stoper masih ada Robby Darwis, Yadi Mulyadi dan Roy Darwis yang menjadi pilihan Indra untuk mengawal lini belakang timnya. Karakter Indra yang selalu memainkan komposisi sama di setiap laga timnya juga tak dipersoalkan Dahi.

“Saya tahu Pak Indra mengajarkan ke pemain agar berusaha keras mendapatkan tempat sekaligus mempertahankannya dengan selalu tampil bagus di setiap laga,” kenang Dahi.

Alhasil, Dahi harus menunggu selama lima tahun untuk mendapatkan tempat di tim utama. Itu pun setelah Robby meninggalkan Persib Bandung untuk membela Persikab Bandung jelang musim 1998-1999. Dalam periode itu, Dahi ikut menjadi bagian Persib meraih trofi juara Liga Indonesia 1994-1995.

Digoda Klub Lain
Kebanggaan berkostum Persib membuat Dadang tak pernah berpikir untuk pindah ke tim lain. Apalagi sejak kecil, ia sudah bertekad ingin menjadi bagian dari Maung Bandung.

“Jadi saya enjoy saja berstatus pemain cadangan karena bisa mewujudkan mimpi menjadi pemain Persib. Berkat Persib pula saya bisa naik pesawat dan mengunjungi berbagai tempat di Tanah Air,” ungkap Dahi.

Meski berstatus pemain cadangan, bukan berarti Dahi tak pernah ditawari oleh tim lain. Bahkan saat ia memutuskan pensiun sebagai pemain, Dahi sempat digoda oleh Mitra Kukar.

“Tapi, saya sudah bertekad menjadikan Persib sebagai klub saya yang pertama dan terakhir dalam karier sepak bola saya,” tegas Dahi.

Selepas gantung sepatu, Dahi masih mengisi waktunya dengan sesekali bermain bersama dengan mantan pemain Persib untuk menjaga silaturrahim. Ia kerap menularkan ilmu dan pengalamannya kepada pemain usia muda pada sebuah sekolah sepak bola di Bandung.

“Persib saat ini sudah menjelma sebagai tim profesional dan menjadikan sepak bola sebagai industri. Kalau pun pendapatan jauh menurun karena kompetisi harus terhenti akibat COVID-19 ya bersabar saja. Karena bukan hanya Persib, tim-tim elit di Eropa pun mengalami hal yang sama,” pungkas Dadang.