Arema FC Tanggapi Isu KLB Ganti Ketum PSSI

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menanggapi isu adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan untuk menggantikan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

Menurut Ruddy Widodo, isu tersebut memang sudah mulai terdengar karena ketidakjelasan Liga 1.

Seperti diketahui, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum mendapatkan surat izin dari Polri untuk melanjutkan kembali Liga 1 2020 yang sudah terhenti sejak Maret lalu karena pandemi Covid-19.

PSSI dan PT LIB awalnya memang ingin melanjutkan Liga 1 2020 pada Oktober dan November tetapi tetap tidak mendapatkan restu dari Polri dengan alasan pandemi Covid-19 masih tinggi dan akan ada Pilkada di Indonesia.

Klub-klub sudah mulai gerah dan berharap PSSI serta PT LIB bisa segera mendapatkan surat izin bergulirnya kembali sepak bola di Tanah Air.

Setidaknya, kompetisi bisa dilanjutkan kembali pada Februari 2021.

Sejauh ini banyak klub-klub yang tidak yakin kompetisi bisa dilanjutkan pada Februari 2021.

Sebab, sampai sekarang surat izin itu belum juga dipegang oleh PSSI dan PT LIB.

“Sebenarnya isu semacam ini muncul karena belum adanya kepastian izin kompetisi hingga sekarang,” kata Ruddy Widodo seperti BolaSport.com kutip dari Surya Malang.

“Karena tak kunjung ada kepastian, akhirnya menciptakan isu liar,” ucap pria berkacamata tersebut.

Lebih lanjut Ruddy Widodo yakin isu tersebut akan hilang dengan sendirinya ketika nantinya sudah ada kepastian soal kelanjutan kompetisi.

Ia juga menegaskan Arema FC tidak ikut-ikutan terkait isu tersebut.

“Yang jelas kami Arema FC tidak ikut-ikut tapi saya yakin isu semacam ini akan hilang begitu ada kepastian kompetisi.”

“Bahkan sekarang ini juga banyak isu yang tidak ada hubungannya soal sepak bola dikait-kaitkan dengan sepak bola.”

“Harapan kami semoga PSSI dan PT LIB segera mendapat surat izin dari Polri soal kelanjutan kompetisi,” tutup Ruddy Widodo.