Jack Brown: Uzbekistan Luar Biasa, Kamboja Tak Bisa Diremehkan

Timnas Indonesia U-19 mendapat jatah di Grup A Pada Piala Asia U-19 2020 yang akan dilaksanakan pada awal tahun depan, setelah AFC memilih untuk menunda event tersebut karena pandemi virus corona.

Grup tersebut dihuni oleh tim kuat Asia, yakni Iran, lalu tuan rumah Uzbekistan, dan Kamboja yang notabene tim kejutan. Semua tim tersebut dinilai oleh pemain timnas U-19, Jack Brown, merupakan lawan yang berat.

Jack masuk proyeksi skuad timnas U-19 untuk Piala Asia U-19, dan sempat diboyong untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Kroasia beberapa waktu lalu. Kini dirinya juga dipertahankan untuk ikut TC di Jakarta.

Bagi Jack, Piala Asia U-19 merupakan event yang krusial meski Indonesia sudah tidak perlu mengejar empat besar karena sudah pasti tampil pada Piala Dunia U-20 2021, yang akan dilaksanakan di Indonesia.

“Saya lihat di grup ini semua memiliki kemampuan yang luar biasa. Kita satu grup dengan Uzbekistan, Iran, dan Kamboja. Uzbekistan pasti akan tampil luar biasa karena mereka bermain di kandangnya sendiri,” ucap Jack.

“Kedua kita melawan Iran. Siapa yang tidak mengetahui Iran, yang salah satu tim terbaik di Asia. Terakhir Kamboja, tim ini tidak boleh diremehkan, karena mereka memiliki semangat yang bagus dan pasti mereka akan mengejutkan,” sambung dia.

Piala Asia U-19 bisa menjadi tolok ukur penampilan timnas Indonesia pada Piala Dunia U-20 nanti. Status tuan rumah pada Piala Dunia U-20 membuat Indonesia tidak bisa main-main mengikuti event tersebut.

“Di Piala Asia U-19, Timnas Indonesia U-19 harus tetap bermain dengan serius. Meski sudah dipastikan tampil di Piala Dunia U-20, tapi kita tetap harus memberikan penampilan yang baik dan bisa memberikan hal yang luar biasa untuk Indonesia,” tutup Jack.

Saat ini Jack masih berjuang mendapatkan tempat paten di timnas U-19 yang masih dalam tahap seleksi. Beberapa nama sudah dikantongi pelatih Shin Tae-yong untuk menghuni barisan depan dari Garuda Muda.

Jack sendiri mengalami perubahan posisi dari awalnya gelandang serang menjadi seorang striker. Hal serupa juga dilakukan Tae-yong kepada Braif Fatari, yang punya posisi natural gelandang bertahan, dan kini menjadi striker.