Pelatih Jadi Alasan Victor Igbonefo Dukung Sebuah Klub

Pemain belakang milik Bandung, , rupanya tidak punya klub favorit yang ia dukung setiap saat. Malah, Igbonefo lebih mengidolakan sosok pelatih di balik klub tersebut.

Pelatih yang jadi alasan Igbonefo untuk mendukung atau menyukai suatu klub adalah Jose Mourinho. Arsitek asal Portugal itu memang menjadi salah satu pelatih terbaik yang pernah ada di dunia.

Kini menukangi Tottenham Hotspur, Mourinho pernah merakit sejumlah tim raksasa Eropa lainnya seperti Chelsea, , Internazionale Milan, hingga Manchester dan kini di Spurs.

“Saya tidak ada spesifik mendukung klub di Eropa. Tapi saya sangat suka lihat Mourinho. Dia pelatih yang bagus dan punya karakter,” ungkap Igbonefo, 35 tahun, seperti dikutip laman resmi Persib.

Goal 50 Dirilis: 50 pemain terbaik di dunia

“Ke manapun Mourinho pergi, saya dukung klub itu. Sekarang saya senang melihat dia memimpin Tottenham Hotspur dan saya harap dia sukses di sana,” imbuh pemain berdarah Nigeria tersebut.

Mourinho merupakan salah satu pelatih yang banyak meraih gelar dan paling tersohor di era sepakbola modern. Ia sudah dua kali merasakan treble winner, ketika bersama FC Porto, lalu .

Igbonefo sendiri saat ini menanti kepastian kompetisi di rumah saja, karena Persib sudah meliburkan tim mereka dan baru akan kembali ke lapangan pada Januari mendatang, untuk .

Belum bisa dipastikan bahwa kompetisi Liga 1 akan digelar sesuai rencana, namun PT Baru () menetapkan bahwa kompetisi akan kembali hidup pada Februari tahun depan.

Liga 1 ditargetkan kembali kick-off pada Februari dan rampung pada Juli 2021. Tajuk kompetisi musim ini menjadi 2020/21, tapi belum ada kejelasan bagaimana format kompetisi bakal dijalankan.

Beberapa waktu lalu Igbonefo mengakui jika dirinya merasa kecewa kembali ke Liga Indonesia karena kondisinya seperti ini. Berbeda dengan Thailand, negara ia berkarier sebelumnya, yang tetap bisa menjalankan liga tahun ini.

“Iya pastinya, pemain bola kan kami maunya ada turnamen. Tapi aku tidak tahu, dan bingung karena situasinya di sini, di Indonesia sampai tidak bisa liga. Karena ada corona di negara lain juga,” ucap dia dikutip laman Simamaung.

“Sangat kecewa karena balik ke sini tapi hilang kan satu musim. Saya benar-benar kecewa, tapi mungkin ini rencana Tuhan, kita tidak bisa melawan. Sebagai manusia saya kecewa karena liga Thailand dan liga lain sudah mulai tapi kembali ke sini tidak ada liga,” tutup mantan PTT Rayong itu.

Berita Terkait