Denda Kartu Merah di Liga Indonesia Musim Pertama Tak Sampai Sejuta Rupiah

denda bagi penerima kartu merah dan kartu kuning mulai diberlakukan oleh operator edisi pertama pada 1994.

Liga musim pertama terlaksana pada 1994-1995 dengan nama resmi Liga Dunhill.

Pada kompetisi model baru di Tanah Air itu, guna mencegah terjadinya tindakan-tindakan kasar di kompetisi dikeluarkan aturan denda ke pemain.

Menurut laporan Kompas halaman 19 pada 19 November 1994, telah mengeluarkan ketentuan keras soal peraturan pertandingan.

Wakil Ketua Liga Dunhill, Ismet D Tahir pada Jumat (18/11/1994) mengatakan, salah satu dari ketentuan itu adalah adanya denda.

Denda sebesar Rp750 ribu terhadap pemain penerima kartu merah. Lalu, ada denda Rp500 ribu bagi pemain yang mendapat dua kartu kuning.

“PSSI berupaya keras untuk mencegah terjadinya perkelahian atau tindakan-tindakan kasar lainnya di kompetisi LD ini,” ujar Ismet D Tahir.

“Atas dasar itulah dikeluarkan ketentuan itu, agar para pemilik klub lebih memperhatikan disiplin pemain-pemainnya di lapangan.”

“Pada akhirnya merekalah yang akan membayar denda-denda (para pemain) itu,” ucap Ismet menambahkan.

Sejak awal Liga Indonesia dibentuk, antisipasi soal tindakan tak sportif di lapangan saat laga dibuat secara ketat.

Namun, pemain sering tak terkontrol karena tensi pertandingan yang dapat membuat mereka bertindak di luar koridor sportivitas.

Berita Terkait