Aji Santoso Berharap Format Liga 1 Tak Jadi Turnamen

Liga 1 2020 mengalami penundaan hingga tahun depan, sebagaimana Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah menetapkan hal tersebut beberapa hari lalu. Awalnya Liga 1 ingin dilanjutkan pada Oktober lalu.

Izin kepolisian membuat kompetisi ditunda ke November, namun hal itu juga tak terpenuhi karena lagi-lagi berbenturan dengan izin kepolisian. Makanya, penundaan Liga 1 ke tahun depan dinilai paling masuk akal.

Kepolisian tak bisa memberikan izin karena pandemi virus corona di Indonesia dinilai belum terkendali. Alasan lain adalah karena akan ada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada Desember mendatang.

Dengan mundurnya kompetisi ke awal 2021, sebagaimana diungkapkan oleh PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia, maka sangat mungkin bakal terjadi perubahan pada format kompetisi tersebut.

Sebelumnya pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menilai bisa saja Liga 1 digelar dengan sistem seperti turnamen. Namun hal tersebut diharapkan tidak terjadi oleh pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso.

“Saya berharap tetap dengan sistem kompetisi penuh. Agar kompetisinya berkualitas, yang penting waktunya cukup,” tutur mantan pelatih Persela Lamongan dan PSIM Jogja tersebut.

Durasi kompetisi yang lebih singkat membuat perubahan format Liga 1 harus dilakukan. Entah itu dibagi dengan dua wilayah seperti 2014, atau digelar setengah putaran, atau bahkan benar-benar sistem turnamen.

Pasalnya, 2021 bakal menjadi tahun yang padat untuk sepakbola Indonesia yang dihadapkan dengan event besar Piala Dunia U-20 2021. Kejuaraan antarnegara tersebut bakal diselenggarakan pada Mei, jika tidak ada perubahan.

Selain itu, tahun depan juga akan dilaksanakan Piala AFF yang tentunya membuat pemain akan sibuk mendapat panggilan timnas Indonesia, termasuk lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 — yang sejatinya sudah tak ada harapan untuk Indonesia.

Kini, PSSI sudah menyerahkan sepenuhnya kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) bagaimana mereka meramu format untuk kompetisi tahun depan. Tajuk musim juga masih menjadi pertanyaan, apakah 2020 atau langsung 2021.

Ada kemungkinan degradasi kembali diberlakukan jika memang kompetisi sudah bertajuk 2021. Sebelumnya, PSSI dan LIB menentukan bahwa tidak ada degradasi untuk kompetisi musim 2020, di tengah pandemi virus corona.