Supardi dan Made Wirawan, Dua Veteran yang Tersisa dari Skuad Juara Persib

Persib Bandung banyak diperkuat pemain berkualitas saat menjuarai Liga Super Indonesia 2014.

Sebut saja di antaranya ada , Ferdinand Sinaga, Achmad Jufriyanto, , Nasir, , Vladimir Vujovic, dan .

Merekalah tulang punggung Persib saat merajai kala itu. Setelah hampir enam tahun berselang, hanya tersisa dua nama yang masih setia membela panji Maung Bandung hingga musim 2020.

Mereka adalah Supardi dan Made Wirawan. Setelah tujuh tahun bergabung dengan Persib, peran kedua pemain masih sangat vital di dalam tim.

Supardi misalnya, meskipun sudah tak lagi muda, ia tetap tangguh dan gesit di lapangan.

Bahkan, pada musim lalu, ia menjadi kapten dan tampil sebanyak 31 kali. Pada setiap latihan dan pertandingan, Supardi tak pernah lelah berlari.

Pemain sayap lawan juga akan dibuat kewalahan oleh kecepatannya. Hal itu tak terlepas dari pengalaman panjangnya di sepak bola nasional.

Hebatnya, walaupun dikenal ngotot, Supardi merupakan pemain yang sangat menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. Tak heran saat ini ia dijadikan sebagai kapten dan panutan di dalam tim.

Begitu juga . Musim lalu, ia mencatatkan 12 cleansheet dari 31 penampilan. Statistik fantastis untuk pemain yang sudah menginjak 38 tahun.

Hal ini sekaligus menandakan tim pelatih masih melihat adanya kualitas dalam diri seorang I Made Wirawan di bawah mistar gawang.

Sementara pada musim 2020 ini Supardi dan Made juga masih dipercaya oleh pelatih Alberts.

I Made Wirawan, kiper Persib Bandung, beraksi dalam sebuah pertandingan dalam Liga 1 2019.

I Made Wirawan, kiper Persib Bandung, beraksi dalam sebuah pertandingan dalam Liga 1 2019. (Ady Sesotya/Skor.id)

Supardi tampil pada tiga laga pembuka, sedangkan Made tampil satu kali saat Persib mengalahkan 2-1 .

Namun sayang, kompetisi harus dihentikan sementara akibat pandemi sejak Maret lalu dan belum tahu kapan akan kembali digulirkan.

Persib berharap para pemain muda dapat mencuri ilmu dan ketekunan dari kedua legenda Maung Bandung tersebut.

Karena pengalaman berharga keduanya bisa menjadi inspirasi bagi Nugraha dan kolega.

Menarik dinantikan adalah apakah kedua pemain senior tersebut akan mengakhiri kariernya di Kota Kembang atau di klub lain.

Berita Terkait