Jika Berlarut-larut, PSSI dan PT LIB Bisa Rugikan Klub Liga 1 2020

Pengamat sepak bola, , mengatakan bahwa keputusan yang berlarut-larut bisa sangat merugikan klub.

Nasib Liga 1 2020 masih berada di ambang ketidakpastian.

Manager meeting antara (LIB) dan 18 klub peserta liga memang sepakat untuk melanjutkan kompetisi pada 1 November 2020.

Namun keputusan itu masih bisa diundur hingga 1 Desember atau bahkan Januari 2021 jika polri masih belum memberikan izin keramaian.

Tidak pastinya nasib kompetisi musim ini dinilai pengamat sepak bola nasional, Tommy Welly, sebagai hal yang merugikan klub.

Kerugian itu paling berdampak pada kondisi finansial klub.

Pria yang akrab disapa itu berharap supaya dan bisa segera mengambil keputusan pasti.

Jika polri tak kunjung memberikan izin, maka menghentikan Liga 1 2020 bisa jadi keputusan yang tepat.

“Jika ini sebuah keputusan yang kaku dari kepolisian, seharusnya jangan berlarut-larut seperti ini,” ucap Bung Towel dilansir Bolasport.com dari Warta Kota.

“Sebab, untuk menghindari kerugian, meminimalisir kerugian yang dialami klub, seharusnya posisi PSSI dan PT LIB memproteksi klub-klub,” kata Bung Towel, Kamis (15/10/2020).

“Jangan dibiarkan ngambang dan tidak pasti. Kalau sekarang digantung dengan ketidakpastian digelar 1 November, Desember, atau Januari. Bagaimana, klub mengambil langkah kontrak dengan pemain dan pelatih.”

“Itu semua berdampak ke biaya klub. Nah ini saya bilang PSSI tidak cakap karena hakikatnya PSSI sebagai induk harus proteksi klub-klub,” jelasnya.

Di sisi lain, plt Sekjen PSSI, , sebelumnya mengatakan bahwa masih ada harapan bagi kelanjutan Liga 1 2020.

Yunus Nusi menegaskan bahwa pihaknya akan memohon kepada polri untuk bisa memberikan izin bagi kompetisi sepak bola musim ini, kapan pun liga akan digelar.

“Jika itu belum diizinkan, karena alasan izin keramaian terkait Pilkada 2020, PSSI akan mencoba memulai pada 1 Januari,” kata Yunus Nusi.

“Mudah-mudahan aspirasi klub agar kompetisi kembali digelar bisa menjadi kenyataaan.”

“Intinya, kompetisi lanjutan 2020 ini akan diteruskan apakah mulai November, Desember, atau Januari 2021,” jelas Yunus.

Berita Terkait