Evaluasi Lini Serang Timnas U-19: Lebih Agresif dan Kuat, tapi Penyelesaian Akhir Masih Kurang

Timnas Indonesia U-19 meraih kemenangan meyakinkan atas NK Dugopolje pada laga uji coba di Stadion NK Uskok Klis, Split, Kamis (8/10/2020) malam WIB.

Tiga gol kemenangan skuat Shin Tae-yong masing dicetak oleh Braif Fatari, Brylian Aldama dan Witan Sulaeman. Dua dari tiga gol Timnas Indonesia U-19 berawal dari situasi bola mati.

Kemenangan ini ditanggapi normatif oleh Tony Ho, mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura. Menurut Tony, terlepas dari kualitas lawan yang masih di bawah tim yang dihadapi sebelumnya, ada nilai plus yang terlihat pada penampilan Timnas Indonesia U-19, khususnya di lini serang.

“Ada peningkatan secara fisik. Di mana mereka secara konsisten melakukan tekanan ke lini belakang lawan sehingga memaksa mereka membuat kesalahan,” ujar Tony kepada Bola.com, Jumat (9/10/2020).

Tony merujuk dua gol timnas U-19 yang tercipta dari proses bola mati. Namun, Tony juga memberi catatan khusus buat lini serang yang belum mampu memanfaatkan sejumlah peluang yang seharusnya berbuah gol di babak pertama.

Secara taktik, lanjut Tony, lini serang telah menjalankan strategi yang diinginkan Shin Tae-yong dengan bermain menekan untuk memaksa lawan membuat kesalahan.

Tapi, kegagalan memanfaatkan peluang dalam situasi open play tentu menjadi catatan tersendiri buat Shin Tae-yong.

“Saya yakin coach Shin Tae-yong sudah menyiapkan program untuk membenahi penyelesaian akhir lini depannya. Terutama dalam hal ketenangan dan kepercayaan diri saat mendapatkan peluang,” terang Tony yang kini menyandang status pelatih berlisensi A-Pro AFC ini.

Cara lini serang melepaskan diri dari tekanan lawan juga menjadi perhatian Tony. Ia merujuk penampilan lini serang Timnas Indonesia U-19 yang tak lagi leluasa di babak kedua karena pemain Dugopolje lebih disiplin dan menerapkan permainan keras. Alhasil peluang yang tercipta terbilang minim dibandingkan babak pertama.

Tiga Momen

Secara umum penampilan timnas U-19 sudah menunjukkan perkembangan yang baik. Pemilihan lawan perdana pada Oktober yang kualitasnya masih dibawah Timnas Indonesia U-19 dimata Tony adalah bagian dari program Shin Tae-yong.

“Pemilihan lawan kan biasanya disesuaikan dengan target apa yang diinginkan seorang pelatih. Seperti saat menghadapi Dugopolje yang merupakan tim papan tengah Liga U-19 Kroasia. Menghadapi lawan seperti itu, coach Shin Tae-yong ingin timnya bermain agresif. Dan itu sudah terjadi meski ada sejumlah peluang yang tidak berhasil menjadi gol,” terang Tony.

Ia menambahkan, dalam sepak bola ada tiga momen dasar yang harus dilakukan secara baik oleh sebuah tim yakni menyerang, bertahan dan transisi antara keduanya.

“Ini yang wajib dilakukan secara konsisten sepanjang pertandingan. Tentu semuanya butuh proses. Saya lihat dari setiap laga, penampilan Timnas Indonesia U-19 sudah berjalan baik,” kata Tony.

Tony pun berharap penampilan Timnas Indonesia U-19 semakin membaik pada dua laga ujicoba menghadapi tim yang sama Makedonia Utara pada 11-14 Oktober.

“Coach Shin Tae-yong pasti sudah membuat program untuk meningkatkan kemampuan timnya. Terutama mengasah insting dan kejelian membaca permainan buat lini serangnya. Kita lihat saja perkembanganya,” pungkas Tony.