Kevin Diks Sampai Bek Crystal Palace Jairo Riedewald, Berikut Para Pemain Keturunan Belanda-Indonesia

Belanda menjadi negara yang paling banyak memiliki pesepakbola yang dengan keterkaitan kepada . Tak heran jika banyak para pemain keturunan Indonesia di sana punya hasrat kuat ingin membela Indonesia.

Baru-baru ini telah melonggarkan aturan tentang seorang pemain untuk mengganti status asosiasi mereka sehingga memberi angin segar kepada para pemain asal Belanda keturunan Indonesia yang ingin membela .

Hal tersebut sekaligus membuka jalan yang selebar-lebarnya bagi pemain Belanda untuk membela Indonesia meski pun sang pemain pernah mewakili Belanda baik di level junior mau pun senior.

Disebutkan pada statuta yang baru saja diamandemen oleh FIFA, jika pemain diperbolehkan mengubah status kewarganegraanya selama mereka berusia kurang dari 21 tahun saat membela asosiasi asal, dan hanya tampil tiga kali atau kurang di laga internasional, termasuk pertandingan di laga kualifikasi – tetapi bukan turnamen seperti putaran final Piala Dunia atau putaran final kompetisi konfederasi di asosiasi asal.

Setelah itu, pemain baru bisa memperkuat asosiasi baru atau tim nasional baru mereka setelah tiga tahun sejak sang pemain terlibat di turnamen internasional resmi FIFA terakhir.

Mengacu pada statuta yang baru diamandemen oleh FIFA, hal itu membuat sejumlah pemain berdarah Indonesia asal Belanda, atau negara lainnya yang punya pengalaman di laga atau turnamen resmi FIFA, memungkinkan membela panji Merah-Putih. Kesempatan ini boleh jadi keuntungan bagi Indonesia karena bisa mendapatkan pemain berdarah Indonesia yang sedang berkompetisi di liga-liga top Eropa.

Goal Indonesia coba merangkum siapa saja pemain Belanda berdarah Indonesia, yang tersebar di kompetisi Eropa, berikut ulasannya;

– AGF, Denmark

Bek sayap kelahiran Belanda yang sedang dipinjamkan Fiorentina ke AGF, Kevin Diks mewarisi darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Ambon, Maluku. Rekam jejak bek berusia 23 tahun itu di level junior cukup mentereng lantaran ia sempat mentas di kualifikasi Piala Eropa U-21 bersama timnas Belanda pada 2018.

Belakangan, Kevin sudah menyampaikan niatnya secara terbuka untuk membela timnas Indonesia. Hanya saja, PSSI masih menutup diri bahkan sempat ada penolakkan.

Keziah Veendorp – FC Emmen, Belanda

Keziah Veendorp menjadi salah satu pemain berdarah Indonesia yang saat ini berkarier di kasta tertinggi sepakbola Belanda, Eredivisie. Bek berusia 23 tahun itu sempat punya pengalaman mentas di Piala Eropa U-17 2014 bersama timnas Belanda.

Keziah merupakan generasi ketiga orang-orang Maluku di Belanda yang datang ke sana pada 1950-an awal.

Peluang Joey Pelupessy membela Indonesia cukup besar lantaran sang pemain belum pernah terlibat satu laga pun dengan timnas Belanda di segala level. Kini, Joey tengah berkarier bersama Sheffield Wednesday di Inggris dan beberapa kali menjadi pilihan utama skuad asuhan Garry Monk tersebut.

Pada musim lalu, Calvin Verdonk menjadi salah satu pemain keturunan Indonesia yang punya menit bermain tinggi di Eredivisie. Saat dipinjamkan Feyenoord ke , Calvin diturunkan di 22 laga sebagai bek kiri.

Saat ini, Calvin membela Famalicão di Primeira Liga Portugal.

Sandy Walsh – Zulte Waregem, Belgia

Sandy Walsh adalah pemain keturunan Indonesia yang sempat menjuarai Piala Eropa U-17 2012 bersama Timnas Belanda. Bek kanan yang terakhir berkarier di Liga Belgia itu punya kesempatan membela banyak negara lainnya selain Belanda dan Indonesia yakni Inggris, Irlandia, Belgia, dan Swiss.

Sebelum Kevin Diks, Sandy sudah lebih dulu menyampaikan secara terbuka tentang keinginannya membela Indonesia, negara leluhurnya dari garis sang ibu. Sandy beberapa kali mengunjungi Indonesia dan berulang kali juga berkomunikasi dengan media Tanah Air soal niatnya membela Garuda.

– Sparta Rotterdam, Belanda

Benjamin van Leer adalah satu dari sedikit pemain berdarah Belanda-Indonesia yang berposisi sebagai penjaga gawang. Benjamin tercatat pernah menempa ilmu bersama Jong PSV dan Jong Ajax.

Selain itu, peluang Benjamin membela timnas Indonesia juga sangat besar karena ia tak pernah terlibat sama sekali di laga internasonal bersama timnas Belanda baik itu level junior maupun senior.

Di antara pemain berdarah Belanda-Indonesia yang masih berpeluang membela Indonesia, Jaïro Riedewald adalah pemain yang punya profil paling mentereng. Saat ini Jaïro tengah membela Crystal Palace di Liga Primer Inggris.

Jaïro punya catatan pernah membela timnas Belanda tidak lebih dari tiga kali di level senior. Terakhir Jairo membela De Oranje pada 2015 lalu saat usianya belum 21 tahun dan belum pernah turun bersama timnas Belanda di Piala Dunia atau pun Piala Eropa. Dengan demikian, Jaïro masih punya peluang membela timnas Indonesia jika mengacu pada aturan FIFA yang baru.

Masalah justru akan timbul dengan Crystal Palace apabila Jaïro memutuskan membela Indonesia dan kemudian menggunakan paspor Indonesia untuk bermain di Liga Primer. Pasalnya Indonesia berada di luar 50 besar ranking FIFA sehingga akan sulit memperoleh izin kerja untuknya bermain di Liga Primer.

Berita Terkait