Kembali Tampil Setelah Lima Tahun Absen, Kiper Persija Jakarta Sedih

Laga uji coba antara Jakata dan Bhayangkara FC menjadi sangat bermakna untuk penjaga gawang . Pasalnya, kiper bernomor punggung 29 itu akhirnya bisa kembali menjadi pilihan.

Pelatih memang mencoba banyak pemain, termasuk Adixi yang labelnya sebagai kiper cadangan di bawah bayang-bayang Andritany Ardhiyasa dan Shahar Ginanjar. Makanya, laga itu sangat dinikmati Adixi.

Sayangnya, Persija harus menelan kekalahan tipis 1-0 dari The Guardian, karena gol semata wayang yang memaksimalkan kemelut di kotak penalti Persija. Adixi pun cukup sedih karena timnya kalah.

“Yang pasti senang akhirnya bisa main kembali melawan tim karena hampir lima tahun sudah tidak pernah turun bertanding,” beber Adixi dikutip laman resmi Persija, Kamis, 24 September.

“Alhamdulillah pada tahun ini bisa dikasih kesempatan walau pun cukup sedih karena kami kalah 1-0,” sambung sosok yang sempat vakum sepakbola karena pendidikan tersebut.

Adixi dan Persija memang cukup lekat. Ia mengawali karier dengan tim berjuluk Macan Kemayoran pada 2012 hingga 2015. Debut dikantongi Adixi ketika menghadapi Samarinda, pada 2013.

Perjalanan karier Adixi dengan si kulit bulat cukup menarik, karena dirinya juga pernah bermain futsal hingga menjadi pelatih. Adixi pernah merasakan bimbang lantaran harus memilih antara sepakbola dan futsal.

Ia pernah berkesempatan membela , namun tawaran Persija — klub yang ia cintai — juga turut menghampiri. Makanya, pilihan yang sulit harus dilalui Adixi ketika harus memilih jalan kariernya.

“Saat itu tentu dilema. Siapa yang tidak mau bermain di timnas? Namun siapa juga yang tidak ingin membela Persija? Setelah diskusi dengan orang tua akhirnya saya memilih kembali merumput dengan membela Persija,” ucap dia beberapa waktu lalu.

Setelah menentukan jalan, pilihan Adixi jatuh ke Persija. Namun, ketika berada Persija, dia harus berjuang menurunkan berat badan agar fit dan mampu bersaing di Liga 1.

“Waktu itu saya harus menurunkan berat badan lebih dari lima kilogram. Saya sempat berlatih tanpa bola dengan hanya berlari mengelilingi lapangan. Dengan semangat yang kuat, akhirnya saya kembali ke berat badan yang seharusnya dan dipercaya kembali masuk ke dalam tim meski sebagai pelapis,” tukasnya.

Berita Terkait