Dua Bruno Diproyeksi Jadi Solusi Lini Depan Madura United

Teka-teki tentang satu slot pemain asing Madura United mulai terbuka. Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, mengatakan, pemain itu adalah Bruno Lopes.

Striker yang memiliki nama lengkap Bruno da Silva Lopes ini sebenarnya bukan lah wajah baru. Ia sudah pernah merumput di Indonesia bersama Persija pada musim 2017.

Jika ada kesepakatan, Bruno bakal diduetkan dengan bomber Brasil lainnya, Bruno Matos, untuk mengarungi kompetisi domestik tertinggi Indonesia di tengah pandemi.

“Mudah-mudahan harapan saya ada duet di depan dengan nama yang sama; Bruno,” ujarnya Rahmad Darmawan pada Rabu (23/9/2020).

Mantan pelatih Tira Persikabo ini merekomendasikan bomber berusia 34 tahun itu untuk mengisi slot asing yang kosong. Namun, RD belum mengetahui kepastiannya.

Saat ini, lini serang Madura United masih diisi barisan pemain lokal, seperti David Laly, Rifaldi Bawuoh, Haris Tuharea, Moch Kevy Syahertian, dan sebagainya.

Itu karena tim berjuluk Laskar Sapeh Kerrab ini meminjamkan striker naturalisasi Alberto Goncalves ke Tim Liga 2 2020, Sriwijaya FC.

Selain meminjamkan Beto, tim yang berbasis di Pulau Garam ini gagal renegosiasi kontrak dengan winger asing asal Ghana, Emmanuel Oti Essigba.

Selain itu, juga kehilangan pemain naturalisasi Greg Nwokolo yang enggan bermain dalam kondisi di tengah wabah Covid-19.

“Saya masih mencoba mengkreasikan lini serang Madura United sembari menunggu pemain asing datang,” RD, sapaan Rahmad Darmawan, menjelaskan.

Alfin Tuasalamony saat berlatih bersama Madura United pada 2020, setelah resmi dipinjamkan Arema FC.

“Salah satunya dengan terus mencoba Alfin (Tuasalamony) di depan. Soalnya dia bisa bermain di beberapa posisi,” RD menambahkan.

Diketahui, Alfin saat membela Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan timnas Indonesia dalam besutan RD kerap kali bermain lebih ke depan.

Bahkan, saat SEA Games 2013, Alfin sempat ditampilkan sebagai gelandang dan winger, tidak seperti posisi idealnya sebagai bek sayap.