Protokol Kesehatan Liga 1 2020, dari Supir Bus Sampai Tukar Jersey

PT Liga Indonesia Baru telah merilis protokol kesehatan kepada tim-tim Liga 1 dan Liga 2 jelang bergulir kembalinya kompetisi sepak bola profesional di Indonesia.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah menggelar medical meeting bersama dokter klub peserta Liga 1 dan Liga 2 pada Rabu (16/09/2020).

Mereka membagikan protokol kesehatan bertajuk #Extraordinary Competition kepada para tim peserta.

Protokol kesehatan ini mencakup segala hal, mulai dari transportasi sampai setelah pertandingan.

Berikut adalah beberapa hal yang terpapar dalam dokumen protokol kesehatan sebanyak 25 lembar PDF tersebut.

Transportasi

Protokol kesehatan pertama mencakup bagian transportasi termasuk bagi supir  yang bertugas.

Supir bersangkutan harus mengikuti swab tes dengan hasil negatif dengan masa berlaku 14 hari.

Suhu tubuhnya harus di bawah 37,8 derajat celcius dengan saturasi oksigen perifer lebih besar dari 94 persen.

Terlebih, tidak ada gejala demam/batuk nyeri telan hilang sensasi penciuman.

PT LIB menyediakan dua bus untuk satu tim. Setiap busnya harus didesinfeksi sebelum dan sesudah pemakaian.

Venue Laga

Perihal venue pertandingan, klub dan pengelola stadion diharapkan melakukan koordinasi
terhadap fasilitas area stadion antara lain.

Penyemprotan desinfektan harus dilakukan di berbagai tempat misalnya area pintu masuk dan keluar, area ruang ganti, area koridor, dan berbagai tempat umum yang dilalui banyak orang.

Selain itu, kualitas sirkulasi udara di stadion serta sinar matahari yang masuk harus optimal di semua ruangan.

Pun, harus ada tempat cuci tangan/hand sanitizer yang tersebar di pintu masuk/keluar dan setiap ruangan di stadion.

Setiap stadion harus dilengkapi sekurang-kurangnya dua ruang ganti untuk tim yang bertanding dengan kondisi nyaman serta dilengkapi dengan fasilitas sekurang-kurangnya:

  • 26 tempat duduk dengan locker
  • kamar mandi dengan 4 shower, 4 toilet duduk, dan 2 urinoir
  • 1 meja massage
  • whiteboard dengan spidol dan penghapus
  • pendingin ruangan air conditioner
  • 1 kulkas refrigerator
  • Hand Sanitizer

Pemain dan H-3 Pertandingan

Protokol ini juga membahas mengenai persiapan klub H-3 sebelum laga.

Manajemen klub dan perangkat pertandingan dihimbau selalu memerhatikan informasi terkini dari pemerintah pusat dan daerah terkait Covid-19.

Mereka juga perlu memperbaharui kebijakan dan prosedur terkait COVID 19 ditempat latihan dan tempat tinggal sesuai dengan perkembangan terbaru.

Para pemain serta ofisial tim juga wajib mengenakan masker (dan bisa dilengkapi faceshield) di lingkungan tempat latihan.

Pada kondisi tertentu, jika diperlukan, klub memiliki sumber daya yang dapat memfasilitasi tempat karantina isolasi mandiri standar penyelenggaraan karantina isolasi mandiri merujuk pada pedoman pemerintah.

PCR Swab Test menjadi tanggung jawab PT LIB berikut vendor pelaksana pengambilan dan pemeriksaannya.

Pemilihan vendor harus sesuai oleh referensi Kemenkes Satgas Covid-19/BNPB untuk kevalidan kualitas hasil PCR Swab.

Rencananya, total akan ada 12 swab test yang harus dilakukan setiap tim sepanjang kompetisi Liga 1 (1 Oktober 2020–28 Februari 2021).

Test akan dilakukan setiap 14 hari yang akan dimulai pada 29 September 2020 dan berakhir 26 Februari.

Setiap sesinya PT LIB menyediakan waktu empat hari kepada tim untuk melakukan swab test kepada seluruh anggota tim.

Hasil PCR Swab Test akan selesai dalam kurun waktu 1-2 hari dan hasilnya akan diserahkan kepada PT LIB, PSSI, dokter tim dan klub masing-masing.

Hasil tersebut sebagai rekomendasi pendaftaran pemain yang bisa mengikuti pertandingan ataupun yang sebagai syarat pemain dibawa perjalanan saat laga away.

Hotel Tim dan H-2 Sebelum Pertandingan

Dokumentasi Persebaya Surabaya Petinggi PT LIB Direktur Utama, Akhmad Hadian Lukita (tengah), Direktur Operasional Sudjarno (kiri) dan Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyudi (kanan) saat berdialog bersama di Kantor Persebaya Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/08/2020) malam.

Pedoman ini menyangkut panduan kesehatan untuk akomodasi hotel saat tim melakukan laga away.

Ofisial tim dapat datang terlebih dulu untuk menyiapkan prosedur sterilisasi dan berkoordinasi dengan pihak hotel sebelum tim tiba.

Tim dianjurkan membawa ofisial sesedikit mungkin dan tidak membawa orang berisiko tinggi (lanjut usia dan memiliki riwayat penyakit degeneratif kronis).

Tempat tinggal selama di hotel untuk pemain dan ofisial tim harus berada di area khusus/ekslusif atau setidaknya berada di lantai sama untuk meminimalisir kontak dengan pengunjung hotel lainnya.

Jika memungkinkan, hotel memberikan akses khusus untuk tim, seperti pintu masuk, lift, ruang pertemuan, ruang makan.

Direkomendasikan untuk tidak menggunakan fasilitas hotel seperti spa, ruang kebugaran, dan kolam renang bersama dengan pengunjung lain.

Physical distancing harus dijaga saat makan bersama dan pertemuan tim.

Petugas cleaning service tidak boleh membersihkan kamar para pemain. Jika tim hanya menginap 1-2 hari direkomendasikan kamar tak dibersihkan.

Kebutuhan sanitary selama dua hari dapat disediakan dari awal agar meminimalisir kontak dengan petugas hotel.

Setiap kamar hotel yang akan digunakan harus didesinfeksi sebelum tim tiba. Pengaturan udara di setiap kamar juga harus disesuaikan agar kamar tidak lembab.

Protokol Kesehatan H-1 Jelang Laga

Hasil Swab Test yang dilakukan setiap 14 empat belas hari atau hasil pemeriksaan masing-masing dokter tim akan diserahkan kepada Match Commissioner selambat-lambatnya jam 10:00 pada hari pertandingan.

Jika ada pemain atau ofisial ditemukan positif COVID 19, baik dari tidak bergejala ringan atau terdapat gejala gangguan kesehatan, suhu tubuh 37,8 derajat, demam/batuk, dan kehilangan sensasi penciuman, pemain tersebut tidak diperbolehkan untuk ikut bertanding.

Dokter tim diwajibkan melapor ke Dinas Kesehatan/Gugus Tugas Covid-19 serta meminta test lanjutan kepada PT LIB agar segera dilakukan pemeriksaan PCR Swab oleh vendor yang ditunjuk PT LIB dengan pengawasan dokter tim.

Hanya pemain dengan hasil tes negatif dan sehat tanpa gejala gangguan Kesehatan yang dapat melanjutkan pertandingan.

Prosedur sama pada Perangkat pertandingan yang bertugas (Match Commissioner, Pengawas
Wasit, Asisten Wasit, dan Wasit Cadangan.

PSSI/LIB akan menyiapkan pengganti perangkat pertandingan yang terdekat untuk memimpin jalannya pertandingan.

Sebelum dan Setelah Pertandingan

Tim akan bergantian masuk stadion. Foto tim di lapangan harus menjaga jarak.

Para pemain harus menghindari bertukar jersey dan hindari berjabat tangan sebanyak mungkin.

Wawancara media dengan pemain dan ofisial di lapangan ditiadakan. Sebagia gantinya akan ada wawancara virtual pada ruangan konferensi pers.

Disarankan juga untuk tidak makan di ruang ganti. Para pemain disarankan makan bersama di hotel.

Para pemain tak boleh mandi bersama dalam satu shower (diharap bergantian). 

Kunjungan 5 VIP ke ruang ganti setelah laga ditiadakan.

Lama tinggal di ruang ganti setelah pertandingan harus diminimalkan.

Keberangkatan tim ke bus harus mengikuti urutan sama dengan kedatangan.

Kembali setelah Isolasi Mandiri

Melakukan 10 hari isolasi mandiri (tanpa gejala ) lalu tes swab. Jika negatif, bisa masuk dalam tim dan dapat didaftarkan.

Melakukan 14 hari isolasi mandiri lalu tes swab. Jikanegatif, bisa masuk dalam tim dan dapat didaftarkan.

PSSI dan PT LIB juga menyiapkan tim khusus untuk mengambil kebijakan dalam Kasus Luar Biasa (KLB).