Persita Tangerang Masih Lemah dalam Transisi Positif

Pelatih Tangerang, , masih harus bekeja keras untuk membenahi organisasi permainan anak asuhnya saat menyerang.

Dalam kurun waktu tak sampai dua pekan, Widodo harus membenahi transisi dari bertahan ke menyerang.

Sebab, dalam beberapa laga uji coba yang dilakoni tim berjulukan Pendekar Cisadane itu, para pemain masih mengalami miskomunikasi saat membangun serangan.

Evaluasi ini bertolak pada laga uji coba Persita melawan di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Sabtu (19/9/2020).

Meski timnya menang tipis 1-0 atas Bhayangkara FC, tetapi Widodo belum menganggap permainan timnya ideal.

“Saat kami menyerang, pergerakan pemain ada beberapa yang belum sepemahaman,” kata Putro, Sabtu (19/9/2020).

“Taktik dalam menyerang adalah aspek yang akan kami perbaiki nantinya,” Widodo menambahkan.

Widodo menyebut, laga uji coba kali ini bukan bertujuan untuk mencari banyak gol, tetapi mengukur kekuatan timnya jelang terjun dalam lanjutan kompetisi 2020.

Meski ada sejumlah aspek yang masih harus dibenahi, Widodo mulai melihat perkembangan dari permainan dan kawan-kawan.

Satu hal yang cukup membuat pelatih berusia 49 tahun itu senang ialah semangat tempur yang ditampilkan anak asuhnya.

“Ini uji coba terakhir melawan tim yang berada di level yang sama,” kata eks-pelatih Bali itu.

“Ini cukup bagus, melihat koordinasi pemain, tentunya fighting spirit dan kerja sama tim mulai membaik,” ia menambahkan.

Pada sisa masa persiapan, Widodo akan fokus melakukan perbaikan demi menanggulangi beberapa kelemahan .

Ia menyebut, anak asuhnya masih akan menggelar satu laga uji coba lagi. Kali ini lawan yang dihadapi adalah tim .

“Yang terpenting tadi kami memiliki beberapa peluang dan bisa menciptakan satu gol,” kata Widodo.

“Tetap ada kekurangan dan harus kami benahi sampai kompetisi nanti selesai. Kami ada satu kali uji coba lagi, mungkin melawan Persita U-20,” ia menambahkan.

Berita Terkait