Datangkan Gomes de Oliveira Sebagai Dirtek, PSMS Terbuka Bongkar Pasang Pemain

Masuknya Mario Gomes de Oliviera sebagai Direktur Teknik (Dirtek) baru PSMS Medan mendampingi Philep Hansen memberikan sinyal bakal adanya perubahan di tubuh skuat Ayam Kinantan.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang pun mengakui bahwa tak menutup kemungkinan akan ada pencoretan maupun penambahan amunisi baru di tubuh skuat berjuluk Ayam Kinantan itu sebelum dimulainya Home Tournament 2020.

“Kita masih terbuka menambah pemain. Jadi bisa saja,” ujarnya, Rabu (16/9/2020).

Mulyadi menjelaskan, pihak manajemen bersama pelatih kepala Philep Hansen dan Mario Gomes nantinya masih akan lebih dulu membahas kebutuhan tim jelang Liga 2.

Jika nantinya dari hasil diskusi masih dibutuhkan pemain untuk menambah kekuatan PSMS maka bisa saja didatangkan pemain berkualitas yang baru.

“Setelah uji coba kita akan diskusi. Apakah dibutuhkan lagi pemain. Ya itu nanti tergantunglah. Selama masih belum didaftarkan ke Liga,” kata Mulyadi.

Mulyadi yang juga penanggungjawab PSMS sebelumnya juga sudah memberi sinyal bahwa sebulan jelang bergulirnya Liga 2, manajemen bakal terus memantau kondisi dan performa pemain.

Ia mengatakan cukup riskan apabila sejumlah pemain sampai mengalami cedera jelang dimulainya liga. Seperti yang terjadi sebelum laga uji coba kontra PSAD dan Gumarang FC, ada dua dari lima penggawa lini belakang PSMS yang harus dibekap cedera. Bahkan usai laga melawan PSAD, kembali satu lagi penggawa lini belakang PSMS yang cedera. Sehingga total tiga dari lima pemain mengalami cedera.

Kondisi itu, diakui Mulyadi cukup berbahaya bagi PSMS yang akan melakoni laga ketat di grup D menghadapi tim-tim Liga 2 lainnya.

“Di posisi stoper ada lima kita siapkan, tapi tiga cedera. Artinya di posisi yang sama ada tiga cedera. Bahkan satu pemain harus dipaksakan,” ujarnya.

Dengan kondisi para pemain yang dihantui badai cedera, Mulyadi mengatakan cukup khawatir. Karena itu ia akan melihat perkembangan situasi. Jika memang memungkinkan, manajemen berpeluang kembali merekrut pemain untuk memperkuat skuat tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

“Saya gak mau berjudi dengan kondisi itu. Ya saya pun mulai berpikir-pikir lagi ini. Sebab tinggal sebulan lagi kan mulai liga 2. Sempat mereka cedera, padahal lima kali main nya kita (di grup D). Nanti kita lihat,” terangnya.

Lebih lanjut, Mulyadi mengatakan, tak hanya di posisi stoper, manajemen juga masih berpeluang untuk kembali menambah kekuatan di lini lainnya.

Meski skuat 30 orang saat ini dinilai cukup mumpuni, namun jika sampai terjadi hal yang terburuk dimana pemain dilanda badai cedera, maka penambahan amunisi masih mungkin dengan syarat nama-nama belum didaftarkan ke (LIB) dan liga belum dimulai.

Langkah ini sebagai antisipasi terjadinya badai cedera dan agar skuat tim mampu melalui ketatnya kompetisi home tournament Liga 2 musim ini. Namun ia berharap para pemain terhindar dari badai cedera parah.

“Jika badai cedera, ada peluang untuk rombak pemain. Bisa saja. Bahkan kita juga bisa evaluasi pemain dan masuk satu hingga dua pemain tambahan lagi. Kita juga nggak mau blunder. Padahal menurut kita dengan stok pemain sekarang sudah cukuplah, ternyata ada sampai satu posisi (bek) tiga orang cedera, kalau lain-lain posisinya masih bisalah,” kata Kadiskanla Provinsi Sumut ini.

Kompetisi Liga 2 musim ini dijadwalkan bergulir pada 17 Oktober mendatang. Di putaran pertama babak penyisihan grup, PSMS menjadi tuan rumah untuk Grup D. Tim besutan Philep Hansen ini akan bersaing dengan tim-tim kuat lainnya seperti , , Sulut , Persijap Jepara dan Tegal.(can/tri bun-medan.com)

Berita Terkait