Galak pada Laga Internal, Arema FC Akan Peragakan Karakter Keras di Liga 1

Arema FC serius menerapkan permainan keras dalam lanjutan Liga 1 pada Oktober mendatang. Itu terlihat pada internal game yang selalu dijalankan setiap kali latihan.

Ini dilakukan bukan tanpa alasan, sebab mereka ingin mengembalikan karakter lama Arema FC. Keras dan mengandalkan tenaga. Maklum, saat ini tim berjuluk Singo Edan itu kehilangan pelatih dan pemain asing seperti Oh In-Kyun, Jonathan Bauman dari pemain. Sedangkan pelatih, Mario Gomez dan Marcos Gonzales pindah ke Borneo FC.

Asisten pelatih Arema, Kuncoro mengakui jika timnya sedang memperagakan permainan keras dalam latihan. Karena itu nantinya akan terbawa dalam pertandingan sesungguhnya.

“Latihan sekarang kami instruksikan lebih serius. Terutama saat internal game. Karena apa yang dibiasakan dalam latihan akan terbawa saat pertandingan,” jelas Kuncoro.

Hanya saja sejumlah pemain sempat tumbang karena efek latihan tersebut, seperti pemain muda Vikrian Akbar Fathoni yang mengalami ratak tulang kaki kelingking. Sedangkan pemain lain seperti Syaiful Indra, Dedik Setiawan juga sempat cedera dan tidak enak badan.

“Masih wajar kalau ada yang sakit atau cedera. Tapi dalam latihan kami tekankan keras boleh. Asalkan tidak ada niatan untuk mencederai antar pemain,” jelas mantan pemain PSM Makassar itu.

Sebenarnya ada risiko Arema FC kehilangan pemain justru saat kompetisi dimulai karena cedera. Namun Kuncoro yakin anak buahnya sudah paham batas-batas permainan keras di latihan.

“Kalau diminta hati-hati terus dalam latihan, tidak boleh ada kontak fisik, itu bukan sepak bola namanya,” tegasnya.

Bukan Asal Keras
Instruksi latihan keras ini merupakan inisiatif tim pelatih yang ada. Kebetulan Charis Yulianto, Kuncoro, dan Singgih Pitono merupakan mantan pemain Arema.

Saat mereka masih aktif bermain di Arema, permainan keras sudah mendarah daging. Tapi sekarang mereka ingin memadukannya dengan skema yang lebih modern.

“Tidak hanya internal game saja yang terus kami asah. Tapi juga beberapa situasi seperti finishing dan lainnya,” pungkasnya.