Faktor-faktor Yang Berkontribusi Pada Kekahalan Timnas Indonesia U-19 dari Bulgaria

Timnas U-19 mengawali turnamen International U-19 Friendly 2020 dengan hasil kurang menjanjikan.

Setelah mampu bertahan dengan baik selama 78 menit lamanya, Timnas Indonesia U-19 kehilangan fokus hanya dalam kurun waktu enam menit. Bulgaria U-19 berhasil mencetak tiga gol dalam periode tersebut.

Sedari awal, memang tidak menjanjikan kemenangan bagi Timnas Indonesia U-19. Arsitek asal Korea Selatan itu hanya ingin melihat sejauh mana para pemainnya kuat secara fisik dan stamina.

Benar saja, Timnas Indonesia U-19 bermain seolah tanpa pola ketika menantang Bulgaria di Stadion Igraliste NK Polet, Sveti Martin na Mauri, Sabtu (5/8/2020) malam WIB.

Untungnya, serangan Bulgaria juga tidak menyeramkan. Armada Angel Stoykov ini terlihat frustrasi menembus lini pertahanan Timnas Indonesia U-19 di babak pertama.

Timnas Indonesia U-19 hanya mampu melancarkan satu sepakan pada babak pertama. Itu pun tidak mengarah langsung ke gawang tim lawan.

Lantas, mengapa Timnas Indonesia U-19 bisa kebobolan tiga gol setelah bermain disiplin di babak pertama?

Kalah Postur
Jelas terlihat bahwa Timnas Indonesia U-19 kelabakan tiap kali menghadapi duel udara dengan para pemain Bulgaria U-19. Puncaknya terjadi pada 15 menit akhir pertandingan.

Memanfaatkan umpan tendangan bebas, Martin Petkov sukses memanfaatkan postur tubuhnya untuk menanduk bola ke gawang Timnas Indonesia U-19. Sundulannya terlihat lemah, namun telah mampu memperdaya kiper .

Sejak babak pertama, pergerakan Petkov memang kerap merepotkan lini pertahanan Timnas Indonesia U-19. Tahu menjadi target man di lini depan, penyerang berusia 18 tahun tersebut dengan cerdik menyelinap dari penjagaan pemain Garuda Muda.

Konsentrasi Buyar
Timnas Indonesia U-19 seolah hilang konsentrasi usai kebobolan gol pertama. Berdiri bebas di luar kotak penalti, Stanislav Shopov mampu menggandakan keunggulan Bulgaria U-19 menjadi 2-0 pada menit ke-83.

Sepintas, sepakan Shopov berbau spekulasi dan tidak begitu keras. Namun, Adi Satryo kurang cekatan dalam membaca arah bola sehingga gawangnya kembali bergetar.

dan kawan-kawan kembali kecolongan oleh Petkov. Pemain Levski Sofia itu mampu mencari posisi yang pas di kotak penalti untuk menyambut umpan rekannya dengan sontekan yang terukur.

Adi Satryo gagal menghalau bola karena pandangannya terhalang sejumlah pemain di kotak penalti Timnas Indonesia U-19.

Tiga gol Bulgaria U-19 dibuat dalam kurun waktu enam menit dan terjadi pada 12 menit akhir pertandingan. Mungkinkah ini gara-gara para kondisi para pemain yang mulai kelelahan akibat digenjot latihan fisik terus-menerus?

Bermain Monoton
Gelandang Timnas Indonesia U-19, Witan Sulaeman, menyebut saat ini proses adaptasi dirinya dan pemain lain sudah berangsur membaik setelah sempat terkendala cuaca di Kroasia. (dok. PSSI)
Permainan Timnas Indonesia U-19 cenderung monoton sepanjang laga. Padahal, performa Bulgaria U-19 pun tidak begitu spesial.

Shin Tae-yong memakai formasi 4-4-2, pakem yang mulai ditinggalkan di sepak , dengan berspekulasi terhadap susunan pemainnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu mencadangkan sejumlah pemain langganan Timnas Indonesia U-19 semisal Bagas Kaffa, , dan Mochammad . Praktis, Garuda Muda hanya mengandalkan Witan Sulaeman sebagai motor serangan.

Witan tentu tidak bisa bekerja sendirian. Para pemain tengah lainnya yaitu David Maulana, , dan tidak berkarakter kreatif.

Alhasil, pasokan untuk Saddam Gaffar dan di lini depan kosong. Keduanya bahkan tidak banyak menyentuh bola, hanya terlihat berlari-lari untuk menjaga kedalaman di lini pertahanan sendiri.

Berita Terkait