Tanggung Jawab Besar PSSI dan Timnas Indonesia di Piala Dunia

Eropa masih menjadi pilihan Indonesia untuk mengasah ilmu sepak bola. Ada tanggung jawab besar bagi dan untuk memberikan prestasi.

closeKroasia menjadi tujuan awal, selain itu ada juga Turki, Portugal, dan Spanyol sebagai negara tujuan Indonesia melanjutkan pemusatan latihan (TC) sebelum benar-benar melakoni 2021.

PSSI sudah menyebut tiga negara Eropa tersebut sebagai destinasi TC lanjutan setelah dari Kroasia. Hadirnya negara-negara itu sebagai rencana lain menyusul kemungkinan ditundanya . TC Eropa yang panjang dan memakan biaya Rp7 miliar dari pemerintah.

Turnamen Piala Asia U-19 sejatinya digelar 14-31 Oktober 2020. Namun masalah pandemi tampaknya masih jadi bahasan utama di AFC dalam melaksanakan putusan. AFC tidak ingin mengambil risiko penyebaran virus corona (COVID-19) meluas melalui pertandingan sepak bola.

Jika melihat beberapa event sepak bola Asia seperti hingga yang ditunda, maka peluang turnamen-turnamen AFC lainnya ditunda juga besar. AFC dikabarkan akan memutuskan nasib gelaran dan U-19 pada pekan depan.

Seperti diketahui, Indonesia U-19 sedang melangsungkan TC di Jakarta sejak 8 Agustus lalu. Manajer-pelatih mempersiapkan tim untuk Piala Asia U-19 2020, meski ada kabar perihal penundaan Piala Asia. Indonesia U-19 meneruskan TC di Kroasia dan berangkat pada Sabtu (29/8) malam.

Di Kroasia, Indonesia tidak hanya sekadar berlatih. dan kawan-kawan juga bakal menjalani turnamen mini melawan Kroasia, Arab Saudi, Bulgaria, dan Qatar. Selepas dari Kroasia PSSI memilih untuk tetap melangsungkan TC di Eropa jika AFC sudah mengumumkan secara resmi penundaan Piala Asia U-19 2020.

Keputusan memperpanjang masa berlatih di Eropa sudah dibuat PSSI. Melalui ketua umum-nya, Mochamad Iriawan, rencana itu sebagai pengganti tertundanya Piala Asia. “Piala Asia kemungkinan besar ditunda, tapi kita tetap TC di Kroasia,” kata Ketum PSSI, Mochamad Iriawan, di Senayan, Jakarta, Jumat (28/8).

“Setelah dari Kroasia selama kurang lebih sebulan, kita rencananya kembali TC di negara Eropa. Kalau tidak di Turki, ada Spanyol atau Portugal. TC lanjutan itu diharapkan bisa meningkatkan performa pemain agar siap di Piala Dunia tahun depan,” lanjut Iriawan.

Rencana tambahan TC ini masih dalam proses. PSSI sudah berkorespondensi dengan negara-negara yang disebutkan. Namun, baru Turki yang merespons keinginan PSSI. “Korespondensi sudah ada dan baru Turki yang merespons. Tapi kita tunggu sampai tanggal 8 (September) saat keputusan (kemungkinan besar) Piala Asia U-19 tunda dari AFC,” ucap pria yang akrab disapa .

Memilih TC di Turki juga belum final dan masih dalam pembicaraan. Hal itu tidak terlepas dari keinginan Shin Tae-yong yang lebih memilih TC di Portugal.

“Kami sengaja pilih Portugal karena memang terbatas visanya untuk stay di Kroasia. Lalu, di sana (Portugal) juga banyak tim-tim bagus untuk beruji coba,” kata Shin Tae-yong.

Penundaan Piala Asia U-19 bisa menjadi keuntungan. Melihat waktu persiapan dan rencana TC lanjutan di Eropa, Shin Tae-yong bisa meramu skuad dan mengenal karakter pemain lebih lama.

Tae-yong merasa optimistis pemainnya mengalami peningkatan di Eropa, khususnya saat menghadapi turnamen di Kroasia. Ia juga melihat, banyak sekali progres yang terjadi selama TC di Jakarta. “Dalam sehari tiga kali latihan. Tapi anak-anak mengikuti dengan baik dan juga kelihatan sekali makin bagus dan kemauan dari pemain sendiri,” ucap pelatih asal Korea Selatan itu.

“Secara psikologis pasti akan berat bagi pemain (mengikuti turnamen di Kroasia), karena pertama kali di Eropa melawan negara yang lebih kuat dibanding kami. Tapi saya yakin ada peningkatan dalam tiga sampai empat laga. Selain itu, pemain juga mendapatkan hasil yang baik melalui turnamen itu,” tukasnya.

Akan tetapi, ada tanggung jawab besar kepada PSSI dengan keputusan memilih TC di Eropa. Karena memakai dana pemerintah, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui menteri Zainudin Amali berharap TC ini berujung pada prestasi di Piala Dunia 2021.

Sebagai tuan rumah Indonesia, ada target yang harus dicapai PSSI dan Indonesia U-19. Lolos dari fase grup menjadi pencapaian minimal pasukan Shin Tae-yong. “Puncak prestasinya ada di Piala Dunia tahun depan. Semua kebijakan timnas ada di PSSI, kami mendung dan berharap hasil yang terbaik di Piala Dunia nanti,” kata Zainudin Amali.

TC di Eropa sudah barang tentu melahirkan tugas berat bagi PSSI dan Shin Tae-yong. Prestasi menjadi pengharapan publik sepak bola Indonesia. Garuda Muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton di Piala Dunia, tapi ada harapan prestasi juga sebagai tuan rumah. Berat memang, tapi harus dihadapi, apalagi sudah banyak sokongan dan harapan prestasi yang datang ke PSSI.

Berita Terkait