PSIS Semarang Siapkan Rumah Jika Ada Pemain Positif Covid-19

CEO PSIS Semarang, , mengatakan bahwa hasil swab test dari para pemain hingga ofisial baru akan keluar Senin (31/8/2020) pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, para pemain, manajemen, hingga ofisial PSIS Semarang telah menjalani swab test pada Rabu (26/8/2020).

Swab test dilakukan oleh PSIS Semarang sebagai salah satu bentuk menjalankan protokol kesehatan untuk memulai persiapan lanjutan Liga 1 2020.

Tim berjulukan itu telah memulai latihan perdana pada Jumat (28/8/2020) untuk menghadapi lanjutan Liga 1 yang akan bergulir kembali 1 Oktober mendatang.

Latihan perdana digelar tepat setelah tim melakukan swab test.

Karena selama ini PSIS belum mau menggelar latihan hingga ada kepastian yang jelas dari PT Baru ().

Namun, karena alasan waktu semakin mepet dan jadwal kompetisi pun belum keluar akhirnya PSIS mengambil langkah untuk memulai persiapan dan menjalani latihan dengan tawakal.

Sebab hasil swab test dari seluruh pemain hingga ofisial baru akan keluar hari ini Senin (31/8/2020).

“Iya hari ini. Tapi baru akan kami ambil nanti siang pukul 13.00 WIB,” kata Sukawi kepada BolaSport.com.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) , mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala kemungkinan.

Dari persiapan rumah untuk karantina jika ada pemain atau ofisial yang terinfeksi Covid-19 dan juga tim siap menjalankan isolasi mandiri.

“Kami sudah siapkan rumah isolasi atau karantina dengan kapasitas 10 orang,” ucapnya.

“Apabila ada yang positif kami akan melakukan isolasi mandiri dan kemudian kami serahkan ke kota untuk penanganan lebih lanjut. Dan untuk pemain dan ofisial yg negatif tentu saja melanjutkan persiapan,” ujar Yoyok.

Tak hanya itu, Yoyok sejak awal juga mengingatkan agar para pemain tetap selalu waspada.

Sebab ancaman untuk pemain apabila sudah terinfeksi Covid-19 itu sangat nyata, bahkan ia menyebut apabila ada pemain yang positif itu seperti dipaksa untuk pensiun.

“Pemain ya harus bersikap serius. Ingat, kalau ada pemain yang sudah terkena Covid-19 ini hampir pasti divobis pensiun ya. maka dari itu mereka harus hati-hati,” tutur Yoyok.

Berita Terkait