PSS Sleman Sebut Guilherme Batata Ajukan Permintaan tidak Wajar

Negosiasi PSS Sleman dengan Guilherme Batata masih belum menemui titik temu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Putra Sleman Sembada, Marco Gracia Paulo.

Guilherme Batata menjadi satu-satunya pemain asing yang belum mencapai kata sepakat dengan PSS Sleman terkait negosiasi kontrak.

Sementara tiga pemain asing PSS Sleman, Aaron Evans, Zah Rahan dan
Yevhen Bokhashvili disinyalir sudah menemui kata sepakat dengan klub yang berjulukan Elang Jawa.

Marco Gracia Paulo mengatakan, Guilherme Batata meminta sesuatu hal yang tidak wajar kepada manajemen PSS Sleman.

“Namun saya menyayangkan bahwa yang bersangkutan (Guilherme Batata)
mengajukan permintaan yang tidak masuk dalam tahap kewajaran,” kata Marco

“Selain itu juga tidak terbuka untuk negosiasi dengan alternatif skema lain yang kami tawarkan,” tambah Marco.

Menurut Marco, Batata seharusnya menunjukkan sikap berlapang dada seperti halnya pemain lain.

“Namun Batata juga harus memperlihatkan sikap berkorban seperti yang telah ditunjukkan oleh semua pemain lainnya,” ujar Marco.

“Karena bukan hanya pengorbanan di dalam lapangan, namun juga di luar lapangan. Itu merupakan bentuk kontribusi nyata juga bagi kemajuan klub,” tambah Marco.

Marco menambah, untuk mendapatkan titik temu terbaik harus terjalin dengan komunikasi yang baik.

“Namun karena secara hati sudah nyambung, maka akhirnya bisa mendapat titik temu. Intinya negosiasi memang sifatnya dua arah, jadi kedua pihak harus mau terbuka untuk bisa bertemu di titik tengah,” kata Marco.

“Kalau satu pihak cuma maunya kepentingan dia dipenuhi semua tanpa terkecuali, itu tidak bisa kami sebut sebagai negosiasi,” tambah Marco.

Lebih lanjut, Marco berharap agar para suporter bersabar dengan upaya manajemen dalam mempertahankan skuat di lanjutkan Liga 1.

PSS Sleman mematok target bisa masuk lima besar dalam lanjutan Liga 1 2020.

“Saya berharap seluruh pendukung dan pecinta PSS Sleman bisa bersabar dan percaya penuh bahwa manajemen sedang memberikan usaha terbaiknya untuk kemajuan klub ini,” kata Marco.

“Namun wajib diingat, lambang di dada adalah yang utama, bukan nama di punggung kami” tutup Marco seperti dilansir dari Tribun Jogja.