Piala AFC 2020 Berpotensi Tak Dilanjutkan

Piala AFC 2020 di ambang ketidakpastian setelah pandemi virus corona masih mengganggu negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah fase grup kejuaraan antarklub Asia tersebut.

Dari Grup A hingga I fase grup, jumlah pertandingan yang belum dimainkan masih sangat banyak. Seperti Grup E yang baru memainkan satu pekan pertandingan, hingga Grup I yang belum dimulai.

Bahrain, Kuwait, hingga Yordania ditunjuk sebagai tuan rumah fase grup Zona Barat. Namun, ketiga negara tersebut masih mengalami peningkatan kasus Covid-19, dan belum stabil.

Pun dengan Maladewa yang sempat ditunjuk sebagai tuan rumah Zona Selatan, negara tersebut terus mengalami kenaikan dalam kasus Covid-19 selama Agustus ini.

AFC juga kesulitan untuk menetapkan tuan rumah untuk Zona Asia Tengah, bahkan Vietnam yang sempat menjadi tuan rumah Grup F dan G akhirnya menolak karena ditemukan kasus Covid-19.

Seperti dilansir Arab News, pihak AFC merasa kesulitan untuk membuat keputusan soal kelanjutan Piala AFC 2020. Bahkan, kompetisi ini bisa saja tidak diselesaikan karena pandemi virus corona.

“Tampaknya sulit untuk melanjutkan,” kata seorang pejabat AFC kepada Arab News. “Masih banyak pertandingan untuk dimainkan dan sementara itu bisa dikelola, ada banyak negara tuan rumah dan ini terbukti menjadi masalah,” sambungnya.

“Kami akan melihat situasi di bulan depan dan kemudian membuat keputusan akhir. Tidak ada yang ingin membatalkan turnamen tetapi jika tuan rumah tidak dapat menyelenggarakan pertandingan maka tidak ada pilihan lain karena tidak ada pilihan untuk menunda lebih lanjut,” tutupnya.

Imrul Hassan, presiden dari Bashundhara Kings, klub Bangladesh yang tergabung di Grup E, juga menantikan kepastian bagaimana Piala AFC musim ini. Imrul ragu jika kompetisi ini masih bisa diteruskan.

“Kami mengetahui bahwa pada saat-saat terakhir AFC membatalkan pengundian karena tidak ada negara yang bersedia menjadi tuan rumah karena pembatasan dalam operasi penerbangan dengan negara yang berbeda untuk pandemi virus corona,” kata Imrul, dikabarkan The Independent Bangladesh.

Dengan begini, Bali United dan PSM Makassar pun harus menunggu kepastian soal kelanjutan Piala AFC 2020, sebagaimana mereka pun menjadi wakil Indonesia untuk kompetisi AFC musim 2020.

Bali United yang tergabung di Grup G awalnya bakal bermain di Vietnam, namun kini tak jelas. Mereka baru mengumpulkan tiga poin dari tiga penampilan, dengan berasa satu grup bersama Ceres Negros, Than Quang Ninh, dan Svay Rieng.

Sementara PSM yang menghuni Grup H memiliki empat poin, satu menang dan satu imbang. Grup tersebut dihuni oleh Kaya FC, Shan United, serta wakil Singapura, Tampines Rovers.