Resep Herman Dzumafo Masih Bermain di Usia 40: Anti Makan Gorengan

Tak banyak pemain yang merumput di saat usianya menapak 40 tahun. Herman salah satunya. Dzumafo menuturkan, tidak ada yang spesial soal resepnya menjaga kebugaran. Pemain itu hanya menjaga pola makan dan istirahat cukup.

Soal pola makan, Dzumafo paling anti dengan yang namanya gorengan. Dia sadar, makanan berminyak itu akan memengaruhi fisiknya sebagai pemain. ’’Sejak dulu saya kalau sedang berkompetisi tidak pernah makan gorengan. Kalau libur, sedikit saja mencoba, tapi setelah itu tidak lagi,’’ ucapnya. ’’Kebanyakan saya makan nasi merah dan salad,’’ lanjutnya.

Masalah istirahat, pemain yang musim lalu mencetak 10 gol untuk Bhayangkara FC itu mewajibkan diri tidur sebelum pukul 9 malam. Walau sulit, dia selalu mengusahakan.

’’Harus ada di tempat tidur, istirahat. Itu sangat berpengaruh pada fisik saya ketika bermain bola. Kalau fresh, mainnya jadi enteng,’’ katanya.

Hal lain yang membuatnya terus aktif hingga usia 40 tahun adalah selalu menambah jam latihan sendiri. Baik itu pergi ke gym maupun sesudah latihan.

’’Saya melihat ini yang jarang dilakukan pemain lokal. Padahal, menambah jam latihan sendiri itu sangat penting. Tidak cukup hanya ikut latihan dengan tim,’’ terangnya.

Nah, saat ditanya kapan akan berhenti main sepak bola, Dzumafo hanya tersenyum. Yang pasti, dia akan tetap bermain sepak bola ketika dirasa mampu. ’’Saya belum memikirkan pensiun. Masih mampu bermain,’’ ungkapnya, lantas tertawa.

Saking belum ingin pensiun, Dzumafo mengaku belum tahu apa yang akan dilakukannya ketika tidak bermain bola lagi. Dia masih menikmati masa-masanya sebagai pesepak bola saat ini.

’’Tapi, mungkin tidak jauh dari sepak bola pastinya. Entah jadi pelatih atau yang lain. Sudah nabung untuk masa depan juga,’’ paparnya.

Berita Terkait