Pelatih Persib Bandung Keberatan Laga Tandang Harus Pakai Bus

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengungkapkan keuntungan dan kerugian timnya bermarkas di Kota Bandung.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan menggelar kompetisi Liga 1 2020 di Pulau Jawa.

Sejumlah peserta Liga 1 sudah menentukan homebase-nya masing-masing, kecuali Persebaya Surabaya dan Barito Putera.

Tim berjuluk Maung Bandung itu telah memastikan akan memakai Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Saat berjalannya kompetisi nanti, PT LIB turut melarang klub peserta menggunakan pesawat terbang kala laga away.

Sebagai gantinya, klub hanya boleh menggunakan sarana darat atau memakai bus untuk bepergian ke kota lain.

Menaggapi hal tersebut, Robert Alberts menilai kebijakan memakai bus untuk bertanding tentu akan menguras tenaga anak asuhnya.

Mengingat Persib berada di paling barat Pulau Jawa bersama Persita Tangerang dan Tira Persikabo.

Untuk itu, apabila harus away ke klub yang berkandang di Jawa Timur pasti butuh waktu yang tak sedikit.

“Keuntungan bermain di kandang tentu pemain akan merasa lebih nyaman, tetap tinggal di Bandung,” ucapnya dikutip BolaSport dari Warta kota.

“Tidak untungnya adalah ada banyak perjalanan yang harus kami lakukan menggunakan bus dan rata-rata harus menempuh perjalanan 12 jam untuk bertanding,” imbuh Robert.

Dengan demikian, pelatih asal Belanda itu mengaku cukup khawatir para pemainnya kurang mendapat waktu recovery maksimal usai perjalanan away.

“Ditambah kami harus mulai bersiap untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Di sisi lain, Robert menyebut klub peserta yang bermarkas di Yogyakarta jutru akan me memperoleh keuntungan.

“Untuk tim yang tinggal di Yogyakarta bisa mengurangi waktu perjalanan (karena di tengah-tengah), tapi bagi kami cenderung lebih banyak waktu yang ditempuh untuk perjalanan,” tutupnya.

Untuk itu, apabila harus away ke klub yang berkandang di Jawa Timur pasti butuh waktu yang tak sedikit.

“Keuntungan bermain di kandang tentu pemain akan merasa lebih nyaman, tetap tinggal di Bandung,” ucapnya dikutip BolaSport dari Warta kota.

“Tidak untungnya adalah ada banyak perjalanan yang harus kami lakukan menggunakan bus dan rata-rata harus menempuh perjalanan 12 jam untuk bertanding,” imbuh Robert.

Dengan demikian, pelatih asal Belanda itu mengaku cukup khawatir para pemainnya kurang mendapat waktu recovery maksimal usai perjalanan away.

“Ditambah kami harus mulai bersiap untuk pertandingan berikutnya,” katanya.

Di sisi lain, Robert menyebut klub peserta yang bermarkas di Yogyakarta jutru akan me memperoleh keuntungan.

“Untuk tim yang tinggal di Yogyakarta bisa mengurangi waktu perjalanan (karena di tengah-tengah), tapi bagi kami cenderung lebih banyak waktu yang ditempuh untuk perjalanan,” tutupnya.