Berkat Henk Wullems, Bejo Sugiantoro Mampu Geser Robby Darwis di Timnas Indonesia

Berpulangnya mantan pelatih timnas Indonesia, Henk Wullems menyisakan duka bagi salah satu mantan pemain Tim Garuda, Bejo Sugiantoro.

Henk Wullems meninggal dunia dalam usia 84 tahun pada beberapa hari lalu.

Meninggal dunia akibat penyakit stroke infark otak, jasad Henk Wullems telah dikremasi di Tilburg, Belanda.

Bejo Sugiantoro merupakan pemain pilihan Wullems saat menukangi timnas Indonesia pada selang 1996–1998.

Pria kelahiran Sidoarjo tersebut mengaku tak akan pernah melupakan jasa Wullems terhadap dirinya.

Bejo sempat diberikan kesempatan melakoni debut bermain di timnas Indnesia oleh Henk Wullems.

Menurut Bejo Sugiantoro, Henk Wullems merupakan sosok pelatih yang berani menurunkan pemain muda.

Ia pun menceritakan saat dirinya dipercaya Wullems turun di SEA Games 1997.

“Di mata saya orangnya baik, disiplin, suka bercanda, juga berani menampilkan pemain muda,” ujar Bejo dikutip BolaSport.com dari Warta Kota.

“Salah satunya saya yang menggantikan Robby Darwis walaupun waktu itu saya sempat berada dalam kondisi tidak bagus dan berharap tidak bakal dimainkan.”

“Beliau telepon ke kamar saya: ‘Bejo, hari ini kamu main’. Saya bilang: ‘Siap, Coach’,” imbuhnya.

Sugiantoro sendiri mengaku tak menyangka dirinya diberi waktu tampil menggantikan seniornya, bahkan kemudian bermain penuh.

“Saya tidak berpikir dimainkan karena ada Robby Darwis. Saya cadangan beliau. Itu debut saya bermain 90 menit,” ujarnya.

Pria yang kini menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya itu sangat berterima kasih kepada Wullems yang menurunkan dirinya di SEA Games 1997.

Bejo tampil perdana saat Indonesia menghadapi Malaysia pada babak penyisihan Grup A. Saat itu, Indonesia sukses mengalahkan Malaysia dengan skor 4-0.

“Saya turun pertama di SEA Games, waktu melawan Malaysia. Partai menentukan waktu itu. Henk Wullems berani mengambil risiko. Saya berterima kasih bisa tampil di timnas berkat beliau, jasa beliau sangat besar,” ujarnya.

“Jasanya sangat besar dalam mengorbitkan pemain muda. Peri Sandria saja dicoret dan memilih Kurniawan karena pemain muda,” tutupnya.

Di SEA Games 1994, timnas Indonesia mampu tampil beringas dengan mencetak 13 gol dan hanya kebobolan sekali.

Namun sayangnya, Widodo C. Putro dkk harus takluk dari timnas Thailand di pengujung turnamen dan hanya meraih medali perak.

Di laga final, hasil imbang 1-1 membuat pertandingan harus diselasaikan lewat adu penalti. Saat adu penalti, Indonesia kalah dari Thailand 2-4.