Tak Beli Pemain, PSS Sleman Akan Promosikan Pemain Akademi

Menghadapi lanjutan Liga 1 2020 yang bakal menerapkan regulasi pemain U-20, PSS Sleman sudah memiliki rencana.

Tim berjulukan Elang Jawa itu berencana mempromosikan pemain muda binaan mereka sendiri yang mengikuti program Elite Pro Academy (EPA).

Sebelumnya, sudah ada dua nama pemain muda yang dipromosikan PSS Sleman ke tim utama, yakni Dimas Fani Firmansyah dan Saddam Emiruddin Gaffar.

Mereka berasal dari tim EPA PSS Sleman U-20. Selain keduanya, tim pelatih berencana menambah kuota pemain muda di tim utama.

Menurut manajer PSS Sleman, Danilo Fernando, pihaknya bakal memantau tim EPA PSS Sleman U-18 dan U-20 sebelum Liga 1 2020 dilanjutkan.

“Kami ada rencana untuk melakukan tambahan pemain, tetapi kemungkinan akan mengambil dari akademi PSS,” ujar Danilo, Selasa (19/8/2020).

“Ada pemain yang berasal dari tim PSS Sleman U-18 dan U-20,” Danilo membeberkan. Karenanya PSS tak perlu lagi melakukan transfer pemain.

Sementara itu, Danilo juga memastikan bahwa tim pelatih PSS bakal menerapkan sistem promosi-degradasi untuk pemain U-20.

Artinya, ada peluang bagi pemain muda yang berkembang untuk menembus skuad utama dan menggantikan pemain muda lainnya.

“Penambahan pemain bisa langsung dari tim Elite Pro Academy. Jadi tak harus transfer (pemain),” kata Danilo.

“Slot pemain U-20 juga bisa diganti sewaktu-waktu. Yang penting kami mengutamakan dari tim EPA PSS Sleman,” ia menambahkan.

Menurut penjelasan PT LIB, penerapan regulasi pemain muda U-20 hanya mewajibkan tim kontestan untuk menyertakan dua pemain berusia di bawah 20 tahun.

Dengan kata lain, dua pemain itu tak diwajibkan untuk bermain dalam pertandingan. Dalam amandemen regulasi Liga 1 2020, hanya disebutkan masuk susunan pemain.

Penerapan regulasi yang terkesan setengah hati ini juga sempat mendapat respons negatif dari beberapa kalangan, termasuk pelatih klub Liga 1 2020.

Sebab, aturan ini dinilai tak berimbas sama sekali dalam program pengembangan pemain muda. Namun, regulasi ini masih belum ditetapkan.