Kisah Mundari Karya Menemukan Makan Konate dan Rohit Chand, Agen Sempat Tak Percaya

Dua pemain yang kini punya nama besar di persepakbolaan , dan Rohit Chand, tidak mungkin melupakan sosok Mundari Karya. Ya, berkat dialah keduanya bisa dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Makan Konate dan Rohit Chand bisa dibilang punya hutang jasa kepada manajer Putera ini. Pasalnya, kedua pemain itu bisa berkiprah di Liga 1 berkat kesempatan yang diberikan Mundari Karya yang saat itu melatih . Hal itu terungkap saat Bola.com berbincang dengan Mundari Karya, Minggu (16/8/2020).

Dulu, saat kedua pemain itu belum mempunyai nama besar seperti sekarang sering bermain bola di Lapangan C. Kebetulan, Mundari Karya pun sering bermain sepak bola di Lapangan C, Senayan, Jakarta dan menemukan kedua pemain itu di waktu yang berbeda.

“Waktu itu saya ketemu Makan Konate sedang bermain di Lapangan C. Kebetulan saya juga main bola waktu itu. Begitupun dengan Rohit Chand,” kata Mundari Karya mulai mengisahkan pertemuan pertamanya dengan Makan Konate dan Rohit Chand.

Sebagai pelatih dan mantan pemain sepak bola berprestasi, Mundari Karya yang saat itu melatih Pekanbaru, melihat kemampuan Makan Konate yang bisa dikembangkan dan punya modal cukup untuk menjadi pemain bintang di masa depan.

Menurut Mundari Karya, saat itu dia melihat bagaimana kemampuan Makan Konate muda dalam mengolah si kulit bundar meski hanya dalam pertandingan biasa, melawan wartawan olahraga dan para penggiat sepak bola di Tanah Air.

“Umurnya waktu itu masih 19 Tahun. Saya lihat kemampuan Makan Konate, dan saya pikir bagus ini, bisa dikembangkan dan diasah,” ujarnya.

Sang Agen Tidak Percaya

Usai pertandingan di Lapangan C, Senayan tersebut, Mundari Karya menemui sang agen dari Makan Konate. Mundari Karya pun memberi tahu sang agen, kalau Makan Konate bisa jadi pemain bintang di Liga 1 suatu saat nanti karena punya kemampuan bagus kalau dibina lagi.

Namun, agennya tak percaya, dan mengatakan jika Mundari Karya mau membawa Makan Konate, silahkan tanpa harus bayar ini itu.

“Saya datangi agennya, dan saya katakan ‘ini pemain bisa jadi bintang’. Tapi, agennya malah tidak percaya. Dia (agen) bola, kalau coach mau bawa aja, tanpa harus bayar. Ya sudah saya bawa ke PSPS Pekanbaru termasuk Rohit Chand. Sayang, waktu itu PSPS Pekanbaru ada kendala finasial. Tapi, itu saya rasa cukup untuk pembuktian mereka,” ungkapnya.

Benar saja apa yang dikatakan Mundari Karya itu, selepas dari PSPS Pekanbaru, Makan Konate mulai dilirik tim besar. Usai membela PSPS (2012), Makan Konate mulai membela tim besar seperti Barito Putera (2013), Bandung (2013-2015), dan hijrah ke Malaysia dengan membela tim T-Team (2016).

Setelah itu, merasakan servis pemain kelahiran Mali itu. Bersama Singo Edan, Makan Konate bermain musim 2018-2019) dan memutuskan pindah ke Rival FC yakni Surabaya.

Senang Karier ‘Dua Temuannya’ Punya Karier Bagus

Begitupun Rohit Chand, usai membela PSPS, langsung dipinang Jakarta dan membela beberapa tim di luar negeri sebelum akhirnya kembali ke pelukan Macan Kemayoran Tahun 2017 hingga saat ini.

“Saya ikut senang melihat Makan Konate dan Rohit Chand bisa jadi pemain bintang saat ini. Dan memang layak mereka mendapatkan titel itu karena memang mereka memiliki kualitas bagus,” Mundari Karya mengakhiri pembicaraan.

Berita Terkait