Dapat Kesempatan Duduk Bersama PSSI, Persebaya Ungkap Keresahannya di Depan Publik

Surabaya akhirnya mendapatkan kesempatan untuk duduk bersama dengan dalam sebuah acara webinar Bincang Sepak Bola yang diselenggarakan pada Senin (27/7/2020) malam.

Dalam kesempatan tersebut, manajer , , menyampaikan keresahan manajemen kepada PSSI yang diwakili oleh Plt Sekretaris Jenderal Yunus Nusi.

Pada dasarnya Persebaya Surabaya memberikan apresiasi kepada PSSI yang sudah memeras tenaga dan pikiran untuk memutar kembali kompetisi.

Teranyar, PSSI berhasil mendapatkan izin dari Badan Nasional Penanggulangan Pencana () untuk menyelenggarakan kompetisi pada Oktober.

Namun, Persebaya Surabaya merasa permasalahannya bukan pada lanjut atau tidaknya kompetisi.

Tetapi lebih kepada bagaimana menyiapkan sistem kompetisi yang baru di tengah situasi pandemi ini sehingga tim-tim merasa nyaman untuk berpartisipasi.

Persebaya Surabaya mengakui ada progres yang ditunjukan dari waktu ke waktu.

Meski demikian, progres tersebut belum cukup untuk memenuhi ekspektasi Persebaya Surabaya.

“Apa yang disampaikan tadi itu juga masih ditawarkan, misalnya seperti hak komersial 800 juta dan sebagainya, belum ada keputusan apa-apa,” kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

“Bahkan, kami juga menyampaikan bagaimana pada SK 53 yang terbit 28 Juni hingga 17 Juli itu sebenarnya kami berharap mendapatkan hal-hal yang lebih konkrit.”

“Sekarang di situasi sekarang ini, yang dua bulan menjelang kick-off kami sama sekali belum mendapatkan kenyamanan tersebut,” ucap Candra.

Pada kesempatan tersebut Candra Wahyudi mengulang kembali pertanyaan mengenai penanganan jika ada pemain dan ofisial yang terjangkit Covid-19.

Hingga saat ini, belum ada jawaban konkret dari PSSI.

Padahal, Candra merasa pertanyaan tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan kompetisi .

“Itulah apa yang akan dilakukan. Kami ingin mendapatkan gambaran-gambaran seperti itu, siapa yang bertanggung jawab, bagaimana strateginya dan sebagaimana,” ujar Candra.

“Ada hal-hal yang perlu segera dijawab oleh PT LIB dan PSSI agar klub-klub ini bisa lebih nyaman melanjutkan atau tidak. Saya rasa masih banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh PT LIB dan PSSI.”

Berita Terkait