Bek Persebaya Hansamu Yama: Kompetisi Tak Jamin Performa Timnas

Rencana menggulirkan kembali disambut baik oleh pemain. Terutama pemain yang menjadi langganan (). Sebab, kompetisi membuat persiapan timnas lebih matang.

Maklum, akhir tahun ini akan ada ajang 2020. Sejauh ini, belum ada rencana untuk mundur dari kompetisi dua tahunan itu. Nah, ajang 2020 bisa menjadi pemanasan bagi para pemain sebelum memperkuat timnas. Apalagi, pemain memang harus segera menemukan performa terbaik setelah libur panjang akibat pandemi.

Bek Hansamu Yama tidak masalah jika tenaganya dibutuhkan timnas. Jika Liga 1 2020 kembali bergulir pada September, Hansamu selalu siap. Hanya, dia menilai bergulirnya kompetisi tidak menjamin timnas tampil maksimal. ’’Tergantung persiapan timnasnya sendiri,’’ kata Hansamu kepada Jawa Pos.

Dia mencontohkan ajang AFF 2016. Setahun sebelumnya, PSSI di-banned FIFA sehingga sempat tidak ada kompetisi. Hanya ada turnamen. Begitu ajang AFF 2016 dimulai, problem lain muncul. Setiap klub hanya bisa mengirim dua pemain ke timnas. ’’Tapi, dengan segala keterbatasan dan persiapan yang mepet, kami malah mampu lolos ke final,’’ jelas mantan bek Putera tersebut.

Karena itu, dia tidak masalah kapan timnas mulai melakukan persiapan. ’’Kalau soal itu (persiapan), tergantung kebijakan pelatih timnas masing-masing ya,’’ terang pemain asli Mojokerto itu. Tapi, saat ini Hansamu memilih fokus untuk tetap di rumah. Apalagi, sejauh ini pandemi belum menunjukkan penurunan.

Bersama Green Force, julukan Persebaya, Hansamu juga belum berlatih. Terakhir latihan online adalah 13 Mei lalu. Hansamu memang tidak ingin terburu-buru kembali ke lapangan. Sebab, dia menilai kondisi saat ini belum memungkinkan untuk merumput. ’’Kesehatan jadi prioritas utama saat ini,’’ tambahnya.

Meski begitu, dia mengaku siap kalau kompetisi dilanjutkan September mendatang. Termasuk jika memang Liga 1 2020 dipusatkan di Jawa. ’’Cuma, ya itu tadi. Protokol kesehatan harus diterapkan. Dan semua harus dalam kondisi sehat,’’ tegasnya.

Pelatih Persebaya Aji Santoso senada dengan Hansamu. ’’Karena virus Covid-19 ini kan sangat berbahaya. Jadi, protokol kesehatan juga harus sangat ketat,’’ jelasnya.

Berita Terkait