Simon McMenemy Klaim Marquee Player Tak Cocok di Indonesia

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengungkapkan pendapatnya yang tidak terlalu sepakat tentang keberadaan pemain berstatus marquee player di Liga 1 2017. Pelatih asal Skotlandia itu menyebut marquee player tidak akan berguna dalam kompetisi sepak bola di Indonesia.

Marquee player menjadi sebuah fenomena tersendiri di Indonesia. Dalam enam laga pertama Liga 1 2017, performa pemain dengan status marquee player bisa dinilai beragam. MichaelEssien bersama Persib Bandung dan Peter Odemwingie di Madura United adalah contoh marquee player yang sejauh ini bisa dikatakan berhasil baik dalan beradaptasi dan memberi kontribusi.

Sementara itu, ada sejumlah pemain berstatus marquee player lain yang belum begitu berkontribusi besar, seperti Nick van der Velen di Bali United, Anmar Al Mubaraki di Persiba Balikpapan, Didier Zokora di Semen Padang, dan sejumlah pemain lain dengan status yang sama.

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, mengungkapkan alasan mengapa pemain berstatus marquee player di Indonesia tidak bisa berkembang. 

“Saya sudah berkali-kali mengatakan marquee player tak akan berguna di negara ini. Akan butuh adaptasi yang cukup lama bagi seorang pemain yang biasa bermain di liga top Eropa kemudian bermain di Indonesia,” ujar Simon McMenemy.

“Ada banyak perbedaan mendasar, seperti standar kompetisi, standar latihan, dan masih banyak lagi. Saya adalah penggemar Carlton Cole. Ia hebat di Premier League Inggris, tapi saya sadar akan sangat berbeda ketika ia bermain di Indonesia,” lanjut pelatih 39 tahun itu.

Dari 18 klub Liga 1 2017, hanya tiga klub yang tidak menggunakan jasa marquee player, yaitu Persipura Jayapura, Perseru Serui, dan Persegres Gresik United.  Di sisi lain, Bhayangkara FC juga menggunakan marquee player asal Portugal, Paulo Sergio.