Arema Tak Diundang Trofeo Persija?

Arema Cronus Siap Tempur Di Tenggarong

Arema Cronus kemungkinan besar tidak tampil di Trofeo Persija. Sebab, sejauh ini manajemen belum menerima undangan resmi dari panitia penyelenggara.

Tentu saja, bila Arema absen, itu akan mengundang pertanyaan. Sebab, Arema menjadi tim yang paling sering tampil di Trofeo Persija. Di samping Persija, tentunya sebagai tuan rumah.

Sejak turnamen segitiga itu digelar pada 2011, Arema Cronus hanya absen sekali. Yakni pada 2014. Namun, justru karena terlalu sering itulah yang membuat Arema Cronus besar kemungkinan tidak akan diundang tahun ini.

”Kalau Trofeo Persija kali ini kemungkinan bukan Arema yang diundang, dan dialihkan ke tim lain. Sebab sudah terlalu sering,” kata General Manager Arema Cronus Ruddy Widodo, kemarin (19/1).

Tapi untuk kepastiannya, manajemen masih menunggu kabar terbaru dari Persija. Jika Trofeo Persija batal, masih ada dua agenda turnamen lain yang bisa diikuti Arema Cronus.

Yakni turnamen di Purwokerto pada 31 Januari mendatang dan Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang dihelat pada 6–28 Februari. ”Tidak ikut ke Trofeo tidak apa-apa. Justru akan kami maksimalkan di turnamen lain,” kata dia.

Di Purwokerto, lanjut Ruddy, Arema Cronus akan menjadi bintang tamu untuk satu pertandingan ekshibisi. Meski menjadi bintang tamu dan bukan turnamen besar, dia berencana membawa seluruh pemain terbaiknya. ”Kami tidak ingin mengecewakan orang yang mengundang kami,” kata dia.

Begitu pula, di Piala Gubernur Kaltim. Arema Cronus tentu tidak ingin membuang peluang mendapatkan hadiah turnamen. Seperti diketahui, penyelenggara Piala Gubernur Kaltim menawarkan Rp 1,5 miliar kepada tim juara. Sementara runner-up bakal mendapatkan Rp 1 miliar dan juara ketiga Rp 500 juta.

”Keikutsertaan dalam turnamen ini juga untuk mengisi jeda sebelum kompetisi. Kemungkinan besar, (kompetisi) akan digelar Maret mendatang,” kata Ruddy.

Indonesian Super Competition (ISC) menjadi nama baru yang diwacanakan PT Liga Indonesia (PT LI). ISC menjadi pengganti Indonesian Super League (ISL).Meski begitu, format ISC tidak akan jauh-jauh dari ISL. Rencananya, ISC akan diikuti 18 klub ISL. (adk/c2/muf/radarmalang)