Ini yang Membuat Spaso Sakit Hati Saat Meninggalkan Persib Bandung

Ini yang Membuat Spaso Sakit Hati Saat Meninggalkan Persib Bandung

Eks striker asing Bandung, mengaku sakit hati saat meninggalkan Persib, pasalnya ambisinya untuk membawa Persib ke tangga juara LSI 2015 kandas menyusul diberhentikannya kompetisi dan jatuhnya sanksi dari .

“Yang bikin sakit hati, karena tidak adanya kompetisi saya ingin memberi lebih untuk Persib,” kata pemain yang akrab disapa itu di Gang Desa, Bandung pada Minggu (6/12/2015) malam.

Begitupun dengan , karena telat bergabung, pemain asal Montenegro itu baru bisa ambil bagian jika tim lolos ke babak 8 besar, sayangnya Persib tersungkur setelah dilibas tim asal Hongkong, Kitchee SC.

“Belum maksimal, tapi kalau tiap minggu ada pertandingn saya bisa adaptasi lebih cepat dan konsisten, main dua minggu kemudian berhenti tiga minggu, kalau ada kompetisi tiap minggu kita bermain, untuk adaptasi striker saya pikir itu akan lebih mudah,” ujar ayah beranak satu itu.

Meski begitu, Spaso tetap menujukan loyalitasnya dengan menolak tawaran tim asal Thailand, Osotspa Saraburi dan memilh berkostum Persib di kemarin. Pamornya meningkat, Spaso membukukan 4 gol dan satu assist dalam turnamen berhadiah Rp. 2,5 miliar itu.

“Saya tidak mau bicara soal Piala Jenderal (PJS), sebelumnya kita pesimis karena persiapan yang kurang dan hal-hal yaang tidak mau saya bicarakan sebagai pemain, tapi saya mau ingat Piala Presiden dan gelar juara disitu,” kata Spaso.

Karena masih belum jelasnya situasi sepakbola nasional dan Persib hanya menjadi penonton di PJS, akhirnya Spaso memilih hijrah ke .”Saya akan selalu rindu dengan suasana kekeluargaan disini,” ucap pemain bernomor punggung 87 itu. (Tribunnews)

Berita Terkait