On This Day: Hari Lahir Pencetak Gol “Emas” SEA Games 1987, Ribut Waidi

Ribut Waidi

Hari ini 53 tahun yang lalu atau tepatnya pada 5 Desember 1962, lahir legenda sepak bola , . Legenda Semarang itu adalah andalan era 1990-an.

Nama ribut Waidi mencuat setelah mengantarkan PSIS menjuarai kompetisi perserikatan PSSI 1987. Kala itu, PSIS berhasil menang dengan skor tipis 1-0 atas Persebaya. Ia dinobatkan menjadi pemain terbaik pada kompetisi tersebut.

Penampilan apiknya bersama PSIS membuat ia dipanggil masuk skuat Indonesia untuk SEA Games 1987 di Jakarta. Di pesta olahraga Asia Tenggara itu, nama Ribut Waidi semakin terkenal. Ia berhasil mengantarkan skuat Merah Putih meraih medali emas.

Tak hanya itu, namanya dielu-elukan di seantero tanah air setelah menjadi pahlawan Indonesia. Golnya pada menit ke-91 membuat Indonesia meraih medali emas SEA Games cabang sepak bola. Saat itu, anak asuh Bertje Matulapelwa mengalahkan musuh bebuyutan, Malaysia di , Senayan Jakarta.

Ribut membobol gawang Malaysia setelah berhasil mengecoh dan melewati barisan pertahanan negeri jiran itu. Gol tunggal tersebut memberikan baru sepak bola Indonesia sejak pertama kali ikut SEA Games pada tahun 1977. Untuk pertama kalinya meraih medali emas cabang sepak bola.

Saat itu jutaan pasang mata menyaksikan kepiawaian Ribut dalam mengolah si kulit bundar dan menyelamatkan tim nasional di depan publiknya sendiri. Ribut pun diarak mengelilingi lapangan.

Itulah kenangan yang paling tak terlupakan bagi Ribut. Saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, jantung Ribut ikut bergetar. Ia tak kuasa menahan air mata. “Meski saya anak desa, saya sudah ikut memberikan yang terbaik bagi bangsa ini melalui sepak bola,” kata Ribut saat itu selepas pertandingan.

Pada 1992, Ribut Waidi memutuskan pensiun sebagai pemain. Akan tetapi, hidupnya tidak bisa lepas dari dunia sepak bola. Ribut mendirikan sebuah sekolah sepak bola di Semarang.

Namun, kini kita hanya bisa mengenang nama dan prestasi Ribut Waidi saja. Pasalnya, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu meninggal dunia pada 2 Juni 2012. Ia meninggal karena serangan jantung.

Untuk mengenang pengabdiannya dan jasa besarnya terhadap dunia sepak bola tanah air, Pemkot Semarang bahkan mendirikan patung Ribut Waidi sedang menggiring bola di Jalan Karangrejo, jalur utama menuju pada 2003 lalu. (metrotvnews.com)

Berita Terkait