Didik Ludianto: Persela Lamongan Bukan Burung Merpati

Didik Ludianto

Kendati menelan kekalahan 4-3 dari Surabaya United dalam laga pamungkas mereka di Grup C Piala Jenderal Sudirman kemarin, pelatih Persela Lamongan Didik Ludianto menegaskan, para pemainnya sudah tampil maksimal di laga tersebut.

Didik memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang tetap memperlihatkan motivasi tinggi, sekalipun hasil akhir tidak memengaruhi posisi mereka. Menurutnya, Persela telah membuktikan janji tidak melepas laga tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih. Sesuai janji saya kemarin, pertandingan ini tidak akan kami lepas. Seperti burung merpati saja dilepas, saya tidak mau. Namun terlepas dari itu, fighting spirit pemain saya akui sudah maksimal,” tegas Didik.

“Saling balas membalas itu seru. Sekarang tujuh gol, kemarin (lawan PS TNI) tercipta enam gol. Mungkin wartawan juga terhibur. Intinya itu, memberikan hiburan bagi masyarakat. Tetapi setelah ini saya akan buat laporan ke manajemen tentang apa yang perlu diperbaiki ke depan.”

Didik menambahkan, persiapan minim bukan menjadi alasan tim besutannya paceklik kemenangan di turnamen ini.

“Bali United yang persiapan terus menerus saja tidak lolos. Apalagi yang hanya enam hari. Saya tidak mau alasan, kalah tetap kalah, itulah sepakbola. Bukan hanya hasil yang kita lihat, tetapi juga proses,” ujar Didik.

“Pemain sudah maksimal. Kami sudah berusaha menambah penyerang, Dendi [Sulistiawan], [Bijahil] Chalwa, Faris [Aditama], dan [Emile] Mbamba kita mainkan bersamaan, tetapi justru di menit akhir kita kebobolan, dan kalah.”

Selain itu, dia menyoroti beberapa gol Surabaya United yang tercipta melalui set-pieces. Menurutnya, kelengahan seperti itu tidak boleh terjadi, karena sering diasah saat latihan.

“Dua gol lawan [pertama dan terakhir] dari bola mati. Terlepas itu off-side atau tidak, saya tidak tahu, tapi itu tidak boleh terjadi. Itu sudah dilatih tiap kali latihan. [Posisi] Tendangan penjuru dan tendangan bebas siapa yang tempel siapa, sudah dilatih. Mungkin empat menit terakhir kurang konsentrasi, dan menyebabkan gol,” tutur Didik. (Goal Indonesia)