Pasoepati Dirikan Footbal Academy

Aksi Pasoepati

Kelompok suporter Pasoepati melakukan sebuah terobosan baru dalam dunia persepakbolaan Soloraya. Tak hanya ingin dikenal sebagai kelompok pendukung klub Persis Solo, Pasoepati juga ingin aktif dalam proses pembinaan sepak bola di Soloraya dengan mendirikan sebuah akademi sepak bola, yang diberi nama Pasoepati Football Academy (PFA).

Pendirian PFA ini diumumkan langsung oleh DPP Pasoepati lewat salah seorang pengurusnya, yakni Langgeng Jatmiko, kepada wartawan dalam konferensi pers di Cees Resto, Manahan, Solo, Rabu (18/11/2015). Langgeng yang juga didapuk sebagai manajer PFA mengaku mendirikan akademi sepak bola ini sebenarnya sudah menjadi cita-cita Pasoepati sejak lama.

“Sudah lama sebenarnya kami bermimpi menjadi sebuah kelompok suporter yang memiliki klub sepak bola. Dan dari pembicaraan itu akhirnya muncul ide untuk membentuk akademi ini. Harapan kami, akademi ini bisa menjadi wadah bagi para pemain sepak bola, terutama usia muda di wilayah Soloraya,” ujar Langgeng.

Dalam mendirikan PFA ini, Pasoepati tidak sendiri. Kelompok suporter yang memiliki slogan Edan Tapi Mapan itu bekerja sama dengan Yayasan Sosial Asy Syahadah Sukoharjo.

Keberadaan Asy Syahadah ini akan membantu PFA dalam hal pembentukan karakter siswanya. Sehingga, diharapkan ke depan PFA tak hanya akan memiliki pemain yang memiliki skill mumpuni, tapi juga berkarakter.

“Itulah yang akan membedakan kami dengan akademi-akademi sepak bola lainnya. Di PFA ini, kami tidak hanya fokus pada pembinaan pemain di bidang sepak bola, tapi juga pengembangan karakter. Sehingga nanti pemain kami tak hanya akan memiliki kemampuan bermain bola, tapi juga punya mental, akhlak dan karakter yang bagus,” ujar salah satu pengurus Yayasan Asy Syahadah, Anas Farkhani.

Sebagai langkah awal, PFA akan menjaring para pemain sepak bola berusia 13 tahun untuk menjadi siswanya. Pendaftaran untuk menjadi siswa PFA akan dibuka di Kantor Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, Minggu (22/11/2015).

Sementara untuk seleksi akan digelar di lapangan desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, Senin (23/11). Seleksi itu akan langsung dipimpin oleh Pelatih PFA, Sarwo Edi, yang juga merupakan eks pemain Persis era 1990 an.

Langgeng berharap keberadaan PFA mendapat dukungan penuh dari masyarakat Soloraya. Selain untuk memacu pembinaan pemain muda yang selama ini dinilai kurang dilakukan oleh Ascab maupun Askot PSSI di Soloraya, ia juga berharap ke depan PFA bisa turut berpartisipasi dalam kancah persepakbolaan di Tanah Air.

“Tidak menutup kemungkinan ke depan PFA akan menjadi klub profesional yang berkiprah di kompetisi sepak bola Tanah Air. Tapi, untuk saat ini fokus kami lebih kepada pengembangan potensi pemain usia dini,” beber Langgeng. (solopos0