Rohit Chand Tak Perkuat Persija di Piala Presiden

Kontrak Rohit Chand Sudah Berakhir di Persija JakartaBisa jadi gelandang bertahan Rohit Chand Thakuri tidak memperkuat Macan Kemayoran di turnamen Piala Satu (PIS). Sebab kalau ikut bermain, takutnya Rohit Chand disanksi oleh . Hal ini pun akan mempersulit coach dalam mempersiapkan tim demi mengalahkan sejumlah kompetitornya.

“Rohit itu pemain yang masih muda (23 tahun). Karier keprofesionalannya masih panjang. Jadi, kalau saya pikir tidak-lah (main bersama Persija di turnamen PIS),” kata agen Ratna Mustika selaku agen Rohit kemarin.

Ketidak ikutsertaan pemain kelahiran Surkhet, Nepal, 1 Maret 1992 (23) tersebut diklaim oleh Ratna lantaran resiko yang terlalu besar yaitu mengenai hukuman FIFA. Masalahnya Rohit termasuk penggawa tim nasional (Timnas) Nepal. Dan sampai sekarang sanksi FIFA masih menyelimuti persepakbolaan Indonesia.

Kalau saja federasi sepak bola dunia mengetahui ada pemain yang ikut bertanding di salah satu klub (LI), FIFA tidak segan-segan menghadiahi sanksi kepada pemain tersebut. Bisa jadi, ketika Timnas Nepal berlaga, Rohit tidak diperbolehkan bermain. Inilah titik permasalahannya.

“Jadi, tidak bisa asal main saja. Soalnya sangat riskan. Pemain juga harus memikirkan akibatnya di kemudian hari,” ucap agen pemain asing berlisensi FIFA yang juga berprofesi sebagai dokter itu.

Sementara itu hingga kini Ratna belum mendapat tawaran dari Presiden klub untuk meminang bekas pemain . Kalau pun pada nantinya penawaran datang, ia yakin bahwa Rohit akan berpikir berkali-kali. Walaupun sebelumnya pesepak bola bebas transfer itu mengaku ingin kembali membela .

Asalkan tunggakan gaji selama kurang lebih empat bulan diselesaikan oleh pihak manajemen tim ibu kota. Namun, ini bukan hanya perkara upah kerja saja. Melainkan terkait masa depannya di Timnas Nepal yang sudah ia perjuangkan sejak masih junior.

Meskipun setelah kontrak kerja Rohit diputus pengelola klub pada 2 Mei lalu, ia belum juga mendapatkan pelabuhan baru untuk kembali merumput di lapangan hijau. Tapi, di sisi lain beberapa klub peserta turnamen PIS sudah ada yang mendatangkan pemain asing. Kejadian ini dikarenakan Mahaka Sports and Entertainment mengizinkan setiap klub menggunakan tiga pemain asing.

ā€¯Mereka (pemain asing yang mau bermain di turnamen PIS) tidak takut (sanksi FIFA) karena berpikir dari pada nganggur. Kalau pemain muda dan Timnas aktif (di negara asalnya) tentu takutlah sama sanksi FIFA,” sebut Ratna pemilik agen Champion Stars and Management. (agn/Indopos)

Berita Terkait