Keputusan PSSI Gelar Kompetisi Disambut PSIS Semarang

PSIS Semarang Juara Piala Polda Jateng 2015PSIS Semarang langsung merespons keputusan Komite Eksekutif (Exco) PSSI menyangkut jadwal Divisi Utama mendatang. Kompetisi tersebut direncanakan bergulir mulai minggu kedua November 2015 sesuai hasil rapat Exco, Selasa (3/8/2015).

Menurut manajer tim Wahyu “Liluk” Winarto, waktu yang masih empat bulan lagi cukup untuk mempersiapkan skuat. Sepengalamannya selama dua tahun terakhir, memang waktu ideal menghadapi kompetisi adalah empat bulan.

“Saya pikir waktu yang ada cukup mempersiapkan tim meski masih dalam pembahasan di PSIS. Tahun lalu, kami juga siapkan tim empat bulan sebelum kompetisi berlangsung. Pada awal tahun ini, kami juga bersiap dalam waktu yang sama meski akhirnya kompetisi tidak jadi,” ungkap Liluk seusai tasyakuran juara Piala Polda Jateng di kantor, Jalan Kimangunsarkoro, Selasa (4/8/2015).

Langkah paling cepat yang akan diambil adalah penandatanganan kontrak lagi bagi pemain yang sebelumnya tergabung. Termasuk pemain yang ikut dalam Piala Polda Jateng yang dinilai loyal kepada Mahesa Jenar.

“Nilai plus pemain di Piala Polda itu adalah loyalitas yang tinggi. Meski jadwal berubah-ubah terus, mereka datang dan semangat berlatih,” imbuhnya.

Amunisi yang ada masih akan ditambah beberapa pemain bintang dari seleksi tertutup. Namun, PSIS tak akan melakukannya dalam waktu dekat.

Menurut Liluk, pihaknya tak terburu-buru mencari tambahan pemain karena masalah PSSI juga belum tuntas. Meski menang di PTUN menyangkut pembekuan oleh Menpora Imam Nahrawi, perkaranya masih berlanjut.

Setelah Piala Polda berakhir, Fauzan Fajri dkk pulang ke kampung halaman masing-masing. Liluk menyebut pihaknya sudah merancang beberapa agenda uji tanding.

Terdekat mereka akan meladeni kampiun Indonesia Super League (ISL) 2014, Persib Bandung. Sedianya laga itu berlangsung di Stadion Jatidiri, 15 Agustus.

“Sebelum laga uji coba, minimal H-3 dan maksimal H-7 kami kumpulkan pemain. Kami akan terus berkomunikasi dengan pemain, baik yang dulu memperkuat PSIS di Divisi Utama 2015 yang batal maupun yang bermain di Piala Polda,” terangnya.

Mengenai Piala Indonesia Satu (PIS), PSIS pesimistis ikut. Pasalnya, kuota dua tim dari Divisi Utama diberikan kepada PSGC Ciamis dan Martapura FC.

Meski sudah mendaftar dan menyerahkan berkas persyaratan, status Mahesa Jenar masuk daftar tunggu. Jika ada calon tim peserta yang gagal verifikasi atau mundur, baru bisa berpartisipasi.

“Kemungkinan besar memang tak bisa ikut. Soalnya, 16 klub yang sudah masuk telah mempersiapkan diri,” jelas Liluk.
CEO Yoyok Sukawi sebelumnya mengungkapkan tak berandai-andai PSIS bisa ikut turnamen nasional. Yoyok malah ingin serius menyiapkan Piala Gubernur Jateng.

Namun, PSIS masih menunggu persetujuan Gubernur Ganjar Pranowo. Mengenai waktunya, Yoyok belum bisa memastikan.

“Sebelum kompetisi resmi digelar, kami fokus pada ajang di daerah sendiri. Semangat ini harus dipelihara, jangan sampai pudar,” papar Yoyok, beberapa waktu lalu. (Tribunnews)