Soal Liga 1 dan 2, Suporter Ingin PSSI dan PT LIB Siarkan Laga Via Youtube

Beberapa bagian suporter sepak bola Indonesia menginginkan PSSI dan PT LIB menambah kebijakan baru jelang bergulirnya Liga 1 dan Liga 2 2021-2022.

Adapun kebijakan tersebut merujuk kepada poin yang menyangkut dengan kehidupan klub dalam hal finansial terkait masalah hak siar.

Liga 1 musim ini direncanakan digelar pada 11 Juni 2021-11 Maret 2022. Sementara, Liga 2 akan dihelat pada 26 Juni-27 November 2021

Sebelum kompetisi berjalan, tunamen pramusim akan dimainkan lebih dulu dengan nama Piala Menpora 2021.

Pramusim diupayakan sebagai ajang pemanasan klub jelang kompetisi sesungguhnya dan menguji protokol kesehatan yang telah diatur.

Terkait izin Piala Menpora dari Polri yang bertanggung jawab soal keramaian pun telah didapatkan.

Namun, izin tersebut baru untuk kompetisi pramusim bertajuk Piala Menpora 2021. Jika turnamen berjalan baik dengan prokesnya, izin Liga 1 dan 2 maka dapat diberikan oleh Polri.

Pada protokol kesehatan yang telah diatur, terdapat penekanan kuat terhadap para suporter.

Nantinya, mulai dari Piala Menpora hingga kompetisi mendatang, suporter dilarang datang ke stadion sekalipun bergerak di sekitarnya, serta mengadakan acara nonton bareng.

Hal tersebut dikarenakan akan membuat keramaian sehingga berpotensi menghasilkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Mau tak mau hal itu pun harus dipatuhi suporter agar pramusim dan liga dapat berjalan. Akan tetapi, di satu sisi terdapat ironi.

Selain suporter tak bisa menikmati pertandingan secara langsung, keuangan klub pun akan berpengaruh.

Pasalnya, pemasukan tiket adalah salah satu sumber utama pemasukan klub Tanah Air.

Berangkat dari hal itu, salah satu suporter sepak bola Tanah Air dari Persikmania bersama Luki Ardianto membuat suatu usulan.

Adapun usulan tersebut terkait penyiaran kompetisi melalui YouTube secara privat demi mengganti pemasukan klub dari tak hadirnya suporter ke stadion.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan virtual klub dan para perwakilan suporter klub-klub Liga 1 dan 2 dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan, Direktur PT LIB Akhmad Hadian Lukita, serta Menpora Zainudin Amali pada Kamis (18/2/2021) WIB.

“Siaran harus dipastikan bisa dijangkau semua kalangan dan dapat dilihat bukan hanya di TV, tapi di media sosial seperti YouTube,” tulis Luki pada acara yang juga dihadiri KOMPAS.com tersebut.

“Biarkan klub menyiarkan via YouTube secara privat untuk pemasukan klub pengganti tiket.”

Selain itu dia juga memberikan beberapa usulan lain yang berbunyi agar PSSI dan PT LIB total dalam menegakan aturan.

“Tegakkan aturan dengan benar jangan setengah dan jangan pilih kasih,” ungkapnya.

“Izinkan adanya sepanduk dukungan di tribun.”

Sontak hal itu pun membuat pihak suporter lain senada dengan usulan Persikmania tersebut.

Sayang, waktu pertemuan terbatas sehingga masukan tersebut belum sempat disinggung oleh PSSI dan PT LIB.

Perihal usul itu, Zulifikar dari Brigata Curva Sud selaku wakil suporter PSS Sleman juga termasuk pihak yang setuju.

“Misalkan kita harus nonton di rumah, berarti operator memang harus menyiapkan agar semua pertandingan bisa disaksikan oleh seluruh suporter penikmat bola Indonesia,” katanya kepada KOMPAS.com, Jumat (19/2/2021).

“Kalau tidak bisa siaran langsung TV, harus live melalui platform lainnya, baik itu dari operator maupun dari klub masing-masing,”

“Mengenai hak siar juga harus mulai diperbaiki karena itu merupakan salah satu sumber pendapatan klub di saat sumber pendapatan utama klub melalui tiket belum bisa didapatkan untuk sementara waktu ini,” tandasnya.

Hak siar Liga Indonesia memang terhitung tinggi. Terkhusus Liga 1, Bolasport.com pada 2020 mengabarkan nilai hak siarnya sekitar 12-13 juta dolar AS atau setara Rp 178 miliar.

Jumlah itu sendiri dibagikan PT LIB secara merata kepada seluruh klub peserta. (Kompas)