Iwan Bule: Menpora Pasang Badan, Jadi Jaminan untuk Liga 1 dan Piala Menpora

Pengakuan mengejutkan datang dari Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. Pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu mengungkapkan bahwa Zainudin Amali selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) menjaminkan dirinya kepada kepolisian.

Amali disebutkan sampai pasang badan meyakinkan pihak keamanan untuk menerbitkan rekomendasi keramaian demi turnamen pramusim dan kompetisi Liga 1 plus Liga 2 tahun ini.

Dalam waktu dekat, PSSI berencana menggelar turnamen pramusim bertajuk Piala Menpora pada Maret 2021, dilanjutkan Liga 1 dan Liga 2 pada Juni 2021. Namun, sampai saat ini, izin dari kepolisian tidak kunjung didapat.

“Saya menjelaskan kepada stakeholder sepak bola Indonesia, ini harus disepakati oleh semuanya. Baik yang terlibat di kompetisi, turnamen pramusim, dan suporter. Ini harus kami sepakati bersama,” kata Iriawan dalam diskusi virtual bertajuk Silaturahmi Menpora dengan Stakeholders Sepak Bola pada Kamis (18/2/2021).

Pertemuan virtual itu, selain PSSI, Menpora, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai narasumber utama, juga dihadiri oleh perwakilan klub dan pimpinan suporter.

“Sebab, ini menjadi taruhan dari Pak Menpora yang menandatangani pernyataan siap untuk menggelar kegiatan sepak bola dengan protokol kesehatan. Beliau luar biasa. Tanda tangan beliau untuk pasang badan demi sepak bola Indonesia,” jelas pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu.

Sebelum Iwan Bule berbicara seperti itu, Amali telah lebih dulu menjelaskan pengakuan yang sama. Sebagai penjamin, menteri asal Gorontalo ini meminta suporter untuk mematuhi larangan dari PSSI.

Iwan Bule meminta suporter untuk tidak datang ke stadion baik pada turnamen pramusim maupun kompetisi. Suporter juga tidak diperbolehkan menggelar nonton bareng alias nobar.

PSSI khawatir kepolisian akan mencabut izin keamanan jika terjadi kerumununan. “Dalam rancangan PSSI, rencananya ada turnamen pramusim. Kepolisian juga sudah setuju. Ini menjadi ujian bagi kita semua,” tutur Amali.

“Bagi Menpora yang menjamin, bagi PSSI yang mengajukan izin, dan ujian bagi perwakilan klub dan pimpinan suporter untuk bisa menuruti komitmen. Kalau itu bisa, insyaallah kompetisi digelar setelah Lebaran,” imbuh Amali. (bola.com)