Mau Jadi Tuan Rumah Kualifikasi Piala Dunia 2022, FAM Rayu PSSI

Federasi sepakbola Malaysia (FAM) mengajak PSSI berdiskusi mengenai kesediaan Indonesia bermain di Negeri Jiran untuk menuntaskan pertandingan sisa Grup G babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Sebelumnya, konfederasi sepakbola Asia (AFC) telah mempersilakan tim di masing-masing grup untuk berbicara mengenai kemungkinan menggelar pertandingan sisa yang terpusat di satu negara pada Juni sebagai anstipasi bila laga tersebut gagal digelar Maret akibat pandemi virus Corona belum mengalami penurunan signifikan.

Langkah melobi kontestan masing-masing grup diambil FAM karena Malaysia ingin mengajukan diri menjadi tuan rumah pertandingan sisa Grup G. Keinginan FAM ini didasari peluang Malaysia melangkah ke babak ketiga sangat terbuka.

Tim besutan Tan Cheng Hoe ini menduduki peringkat dua setelah mengoleksi nilai sembilan, atau terpaut dua angka dari pemuncak klasemen sementara Vietnam. Sedangkan Thailand di tempat ketiga dengan nilai delapan, diikuti Uni Emirat Arab (UEA) dengan poin enam, dan Indonesia yang belum mengumpulkan angka.

“Kami mulai melakukan diskusi dengan Indonesia, Thailand, dan UEA. Sampai sekarang pembicaraan ini sedang berjalan. Mungkin kami sudah mendapatkan keputusan pada pekan depan,” ungkap sekjen FAM Stuart Ramalingam diwartakan laman New Straits Times.

Hanya saja, keinginan Malaysia itu diperkirakan tidak berjalan mulus. Thailand yang juga masih mempunyai peluang tidak menutup kemungkinan menjadi tuan rumah. Apalagi pemerintah Provinsi Buriram sudah mengajukan tawaran kepada federasi sepakbola Thailand (FAT) mengenai kesiapan mereka menjadi tuan rumah.

Sekjen FAT Phatit Suphaphong mengungkapkan, gubernur Buriram Tatchakorn Hatathathayakul telah menyampaikan keinginan mereka. Pertandingan itu nantinya akan digelar tertutup.

“Beberapa tim di grup ini masih terkena dampak berat Corona, seperti Malaysia. Kami mengetahui negara ini masih belum bisa menjalankan aktivitas [sepakbola],” ujar Phatit dikutip laman Siam Sport.

“Tapi Indonesia sudah menanyakan mengenai cara masuk ke Thailand. Tentu saja mereka harus menjalani karantina terlebih dulu. Sampai sekarang belum jelas apakah pertandingan Maret dapat digelar atau tidak.”

“Untuk saat ini sepertinya sulit menggelar pertandingan di Maret, jadi kemungkinan akan digelar Juni. Kami sedang mengumpulkan informasi mengenai pengajuan menjadi tuan ruah laga sisa. Menurut saya, untuk saat ini tidak mudah menggelar laga, karena pandemi virus Corona masih tinggi.”