Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Resmi Izinkan PSIS Semarang Bermarkas di Stadion Jatidiri

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo resmi mengizinkan PSIS Semarang untuk menggunakan Stadion Jatidiri sebagai kandang pada pagelaran kompetisi tahun 2021.

Pemberitahuan secara resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada manajemen PSIS dituangkan melalui surat dengan nomor 426 (23) tertanggal 22 Januari 2021 dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah yang ditandatangani Sinoeng Nugroho Rachmadi selaku Kepala Dinas atas nama gubernur.

Isi surat tersebut berbunyi “Setelah dilakukan kajian dan pencermatan secara mendalam, atas permohonan PT. Mahesa Jenar PSIS Semarang, dimaksud, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah selaku pengguna barang, dengan ini memberikan rekomendasi pemakaian Stadion Utama Jatidiri sebagai Home Base pada pelaksanaan Liga Indonesia Tahun 2021”.

Kemudian di poin nomor dua berbunyi “Selanjutnya, berkaitan dengan dimulainya pelaksanaan pekerjaan konstruksi (lanjutan) pembangunan Stadion Utama Jatidiri, maka PT. Mahesa Jenar PSIS Semarang diminta untuk penyesuaian.”

Terakhir, hal-hal yang berkenaan dengan administrasi pemakaian Stadion Utama Jatidiri, akan diatur lebih lanjut sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Surat dari Pemprov Jateng telah disampaikan oleh Sinoeng Nugroho Rachmadi sendiri kepada CEO PSIS, Yoyok Sukawi dan disaksikan ketua umum Panser Biru, Kepareng dengan mematuhi protokol kesehatan di salah satu tempat makan di Semarang pada Jumat (22/01/21) petang.

Hal ini tentu menjawab perjuangan Panser Biru selama kurang lebih dua bulan terakhir. Sebelumnya organisasi pendukung PSIS ini memang getol menyuarakan supaya Pemprov Jateng mengizinkan Laskar Mahesa Jenar untuk kembali bermain di Stadion Jatidiri.

Berbagai cara pun ditempuh oleh Panser Biru seperti mengirimkan surat desakan ke manajemen PSIS supaya bersedia menyurati Ganjar Pranowo.

Kemudian mereka juga sempat melakukan audiensi dengan Disporapar dan Komisi E DPRD Jawa Tengah yang membidangi olahraga.

Tak berhenti di situ, Panser Biru juga menggalakkan gerakan mural dan pemasangan banner di beberapa titik strategis Kota Semarang dan mendesak Pemprov Jateng melalui media sosial.