Striker Timnas U-19 Indonesia Ungkap soal Sanksi Denda 1 Juta serta Pencoretan

Pemusatan latihan atau training center (TC) timnas U-19 Indonesia sudah selesai dan ada yang diungkap satu pemain berposisi striker soal sanksi jika tak disiplin.

Timnas U-19 Indonesia telah mengakhiri pemusatan latihan yang dijalani di Jakarta mulai November 2020 dan diakhiri di Spanyol, Selasa (12/1/2020).

Saddam Emiruddin Gaffar, striker muda PSS Sleman merupakan salah satu pemain yang ikut dalam agenda timnas U-19 Indonesia ini.

Menurut Saddam, dia mendapatkan banyak manfaat dari TC timnas U-19 Indonesia kali ini.

Dia mengaku mental bermainnya semakin terasah dan kedisiplinan semakin meningkat.

“Lebih banyak ke mental dan disiplin, itu yang saya rasakan. Kalau sudah capai, lebih dipaksa lagi jadi saya enggak gampang nyerah,” kata Saddam dalam wawancara bersama media PSS Sleman.

Selain itu, Saddam mengaku kalau saat ini dirinya kerap mengutamakan kedisiplinan, terutama saat berlatih.

Maklum, pelatih kepala timnas U-19 Indonesia, Shin Tae-yong selalu menekankan kedisiplinan kepada para pemainnya.

Striker 19 tahun itu mengungkapkan sanksi yang diberikan oleh pelatih jika tidak menerapkan kedisiplinan dalam latihan.

“Lalu, kedisiplinan sama waktu, telat sedikit saja langsung kena denda berupa uang. Dendanya beda-beda, kalau telat denda 300 ribu (rupiah),” tutur Saddam.

“Telat latihan denda 1 juta. Itu paling jelek. Yang parah, kami bisa juga dipulangkan,” ujar Saddam menjelaskan.

Striker timnas U-19 Indonesia, Saddam Emiruddin Gaffar (kanan) dalam pertandingan melawan Kroasia U-19 pada September 2020.

Hal itu terjadi kepada Yudha Febrian dan Serdy Ephyfano yang dicoret oleh Shin Tae-yong karena perlakuan indisipliner.

Sepert diketahui, pemusatan latihan timnas U-19 Indonesia digelar sebagai persiapan untuk menghadapi Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia dan Piala Asia U-19 2020 di Bahrain.

Sayangnya, kedua ajang tersebut ditunda. FIFA dan AFC menjadwalkan ulang Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-19 pada 2023.