Fans Desak Pelatih Kroasia Masukkan Marko Simic Ke Skuad Tim Nasional

Meski berharap masih mendapatkan keajaiban, mesin gol Persija Jakarta Marko Simic mengaku kesempatannya memperkuat timnas Kroasia makin mengecil seiring berjalannya waktu.

Simic merupakan salah satu pencetak gol produktif di Liga 1. Total sudah 47 gol yang dilesakkan Simic bersama Persija di ajang ini sejak tiga tahun terakhir. Torehan gol Simic membuat dirinya menjadi idola suporter Persija.

Kendati demikian, pemain berusia 32 itu belum pernah dipanggil memperkuat Kroasia. Simic hanya tampil di dua pertandingan Kroasia U-21. Hal itu membuat fans Simic ‘meneror’ pelatih Zlatko Dalic agar memasukkan nama sang pemain ke skuad tim nasional.

“Tim nasional kita merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Saya berbicara dengan pelatih Dalic tahun lalu. Dia orang yang jujur, dan mengatakan fans saya sering menekan dirinya dengan cara mengirimkan pesan,” ujar pria yang mempunyai 1,2 juta pengikut di akun Instagram pribadinya itu seperti dinukil laman Novi List.

“Saya sadar itu adalah perbuatan sia-sia. Banyak penyerang muda [Kroasia] yang bermain di liga lebih kuat dibandingkan saya. Tapi waktu terus berlalu, dan peluang makin mengecil. Jika ada tur ke Asia, mungkin saya mendapatkan kesempatan.”

“Tapi kita tidak pernah tahu. Dalam hidup saya, saya sudah banyak melalui berbagai hal, dan banyak hal yang mungkin saya tidak impikan justru menghampiri saya. Bermain untuk timnas Kroasia tentu saja selalu menjadi impian yang diharapkan dapat terwujud.”

Walau begitu, Simic menegaskan tidak pernah menyesali keputusannya berkarir di Asia. Menurut Simic, standar sepakbola Asia tidak tertinggal jauh dari Eropa, dan menilai kompetisi di kawasan ini mempunyai kualitas.

“Tentu saja sulit untuk membandingkannya. Tidak mudah bermain di Asia. Pemain mereka gesit, cepat, serta tidak lelah dalam melakukan transisi, baik saat menyerang maupun bertahan,” ucap Simic.

“Ketika kami berbicara tentang sepakbola Indonesia, tidak banyak orang di sini yang tahu tentang itu, dan mereka cenderung memandang sebelah mata. Ketika saya membaca media Kroasia, saya tertawa melihat komentar pembacanya. Tapi kita bicara sebuah negara yang memiliki penduduk ratusan juta.”

“Bisa dibilang saya menemukan kebahagiaan di sana. Saya berharap kami segera berkompetisi lagi, dan saya bisa kembali melakukan kesukaan saya: mencetak gol. Itu kecintaan terbesar saya, dan bisa meningkatkan adrenalin.”