Pantau Renovasi Lapangan di Kuta, Begini Harapan Pelatih Bali United

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, menyempatkan diri memantau langsung renovasi Lapangan Trisakti Legian, Kuta, Badung. Dia menaruh harapan besar kepada lapangan yang sudah lama digunakan untuk latihan klub.

Lapangan Trisakti menjadi satu dari lima venue di Bali yang direnovasi oleh pemerintah setempat. Awalnya, sederet fasilitas ini dirombak untuk hajatan Piala Dunia U-20 2021. Namun, ajang itu kemudian dibatalkan dan status tuan rumah Indonesia dialihkan ke 2023.

Meski Piala Dunia U-20 2021 dibatalkan, pemerintah tetap melanjutkan pembangunan. Semua lapangan akan dirombak dengan standar internasional, bukan hanya rumput, melainkan juga ruang ganti di empat titik.

Teco, sapaan akrab Stefano Cugura, sudah lama tak mengunjungi lapangan ini mengingat hampir empat bulan Bali United meniadakan latihan bareng. Dia tampaknya sudah rindu dengan situasi di sana hingga punya inisiatif datang ke Lapangan Trisakti beberapa waktu lalu.

“Teman-teman yang kerja di Lapangan Trisakti bilang akan selesai Maret. Mudah-mudahan rumput bisa bagus, cepat buat kami bisa latihan di sana,” ucap Teco, Senin (18/1/21).

Teco cuma sempat mengunjungi Lapangan Trisakti, belum memantau renovasi Lapangan Samudra yang juga direnovasi. Dia tak sabar menjajal fasilitas ini bersama Fadil Sausu dkk.

“Ya pasti kami mau pakai lagi. Mudah-mudahan lapangan dan fasilitas-fasilitas di sana jauh lebih bagus dari sebelumnya,” pungkas Stefano Cugurra.

Selain Lapangan Trisakti dan Lapangan Samudra, pemerintah setempat juga membenahi Stadion Kompyang Sujana dan Stadion Ngurah Rai. Keempatnya nanti diproyeksikan untuk latihan.

Sementara itu, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, direnovasi hampir semua sektor, termasuk permukaan setiap tribun pun ditambal lagi supaya tampak lebih mewah. Proses ini membuat Bali lebih percaya diri menjamu tim-tim Asia, bahkan Eropa.