Persela: Shopee Liga 1 Tak Jelas, Klub di Situasi Sulit

Persela Lamongan membuka suara terkait ketidakjelasan kompetisi. Laskar Joko Tingkir menyebut klub dalam situasi sulit.

Nasib Shopee Liga 1 masih tidak jelas. Pandemi virus Corona yang belum mereda menjadi sebabnya.

Sejak Maret 2020, Shopee Liga 1 tak bisa berjalan. Izin keramaian dari POLRI menjadi ganjalan besarnya kompetisi tak bisa berjalan.

Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi, menuntut kejelasan itu. Dia meminta ada langkah tegas dari operator Liga, PT Liga Indonesia Baru, dan PSSI.Karena ketidakjelasan itu, beberapa klub pun membubarkan tim. Persipura Jayapura salah satu contonya.

“Kalau memang lanjut itu bagaimana dan kalaupun tidak lanjut, itu solusinya bagaimana. Harus ada solusi dan langkah-langkah yang diambil untuk kebaikan persepakbolaan Indonesia,” kata Yunan saat memberi keterangan kepada pewarta,

Mayoritas klub menyarankan agar Shopee Liga 1 2020 dientikan saja. Andai PT LIB mengambil keputusan akan diterima Persela dengan lapang dada.PT LIB pun menggelar owner club meeting merespons kegelisahan klub-klub. Usulan-usulan sudah disampaikan dalam pertemuan secara virtual, Jumat (15/1).

“Kalau memang (Liga 1 2020) tidak lanjut, LIB juga harus segera memikirkan musim 2021 gimana. Apapun keputusannya, Persela akan menghargai dan mengikuti,” kata Yunan lagi.