Manajemen Sriwijaya FC Mulai Bergerak Bentuk Akademi, Jajaki SSB Firman Utina Hingga Arsenal

Manajemen Sriwijaya FC benar-benar serius untuk mendirikan Akademi Sepakbola.

Hal ini dibuktikan dengan pihak manajemen Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC yang mulai bergerak menjajaki beberapa Akademi Sepakbola yang ada di tanah air.

Wakil Direktur Utama PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) H Hendri Zainuddin SAg SH selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC, memerintahkan jajarannya untuk studi banding dengan beberapa akademi sepakbola di Indonesia.

Jajaran yang ditunjuk, yakni Direktur Teknik PT SOM Indrayadi dan Sekretaris Perusahaan PT SOM Faisal Mursyid SH.

“Ya saya sudah perintahkan Dirtek dan Sekper untuk studi banding menggali ilmu ke beberapa Akademi Sepakbola di tanah air,” ungkap Hendri kepada Sripoku.com, Jumat (15/1/2021).

Pria yang akrab disapa HZ ini mengatakan, dirinya meminta kepada kedua utusan manajemen Tim Laskar Wong Kito ini untuk belajar ke Akademi Firman Utina dan Onana Akademi Arsenal.

“Saya sudah tugaskan Pak Indrayadi dan Pak Faisal Mursyid ini untuk belajar bagaimana konsep yang dipakai dan dijalankan untuk nantinya kita pelajari nantinya,” kata Hendri yang juga Manajer Tim SFC.

Sementara Dirtek PT SOM Indrayadi mengaku telah menghubungi Firman Utina meminta semacam edukasi menyampaikan paparan tentang akademi yang bentuknya itu.

“Dari sisi pembiayaan, struktur pembinaan, segala macamlah. Saya sudah ada pembicaraanlah dengan Firman. Tapi kalau sama (akademi) yang lain belum. Masih menunggu perintah Pak Hendri apakah mau kita yang ke sana atau Firman yang ke mari. Kita ngikuti aja,” kata mantan Pelatih Kiper Sriwijaya FC itu.

Dari situ nantinya akan dilihat model akademi yang bagaimana, yang akan diterapkan Sriwijaya FC untuk mengadopsi yang terbaik.

“Sejauh ini akademi yang ada di SFC itu sifatnya belum pembinaan yang secara berkenjang terus menerus, bukan parcial. Hanya sebatas kompetisi saja dibentuknya. Yang sebenarnya itu terus menerus berjenjang,” jelas Legend kiper PS Pusri era Galatama itu.

Indrayadi mengatakan, akademi yang ingin didirikan ini dari putra terbaik Sumsel dari setiap daerah yang bisa dibina di Academy Pro Elite.

“Tapi ada jenjang usia kalau Firman bilang. Dari usia 7-18 tahun dia punya timnya. Mungkin usia 7-10 tahun, 11-14 tahun, 14-18 tahun diatur pola latihannya, nanti ada pelatihnya,” terang pria kelahiran Sung Liat, Bangka, 51 tahun silam.

Sedangkan Sekretaris Perusahaan PT SOM Faisal Mursyid SH mengatakan dalam studi banding ini pihaknya tidak berkunjung secara fisik, apalagi ini masih pandemi covid 19.

“Ada kunjungan langsung, bisa juga secara komunikasi. Nanti di salah satu akademi sepakbola bentuk itu dengan komunikasi, daring. Soal kapan waktunya, sambil berjalan saja. Kita tidak berkunjung secara fisik apalagi ini masih pandemi,” kata Faisal.

Faisal yang juga Ketua Komite Umum dan Organisasi Asprov PSSI Sumsel mengatakan ada beberapa tempat akademi sepakbola yang telah disebutkan dijadikan rujukan.

Seperti ada sekolah sepakbola yang baru di Pati, kemudian Akademi Firman Utina, kemudian Arsenal.

“Soal konsepnya bagaimana, akan kita ketahui dulu bentuknya apa. Mengadopsi itu tidak juga mesti 100 persen. Yang namanya konsep itu kan tergantung dari kita juga kan,” kata pria berdarah Minangkabau ini.

Faisal Mursyid yang juga Sekretaris Tim Teknis Asprov PSSI Sumsel menjelaskan Akademi sesungguhnya itu pemainnya ditampung di Mess, ada pelatihnya, latihan rutin.

Itulah akademi yang ideal.

“Kita SFC sebetulnya sudah ada dari tahun berapa. Karena itu kan persyaratan klub liga yang harus ada akademi. Kita selama ini ada, cuma tidak full pemain itu nginap,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Hendri Zainuddin tengah merancang membangun Akademi Sepakbola Sriwijaya FC dengan gambaran tiga atau empat tahun ke depan pemain Sriwijaya FC itu produksi dari akademinya sendiri.

“Nanti akan kita lihat yang jelas niatan kami dari Sriwijaya FC membuat akademi ini supaya tiga atau empat tahun ke depan pemain Sriwijaya FC itu produksi dari akademinya sendiri,” ungkap Hendri.